[Embarkasi Aceh | Muhammad Yakub Yahya] Pembimbingan jamaah Kloter 7, yang Kamis malam (25 Sept) pukul 20.00 WIBmasuk ke Asrama Haji, dijadwalkan pukul 08.00 WIB.
Jelang bimbingan jamaah, di Aula Utama, salah satu pembimbing jamaah PPIH Embarkasi Aceh, Drs H Hamdan MA, menyempatkan diri bersilaturrahmi dan lepaskan kekangenan, dengan karib-kerabatnya.
H Hamdan, mantan Kakankemenag Aceh Tengah, yang juga kini Kabid Urais Binsyar Kanwil Kemenag Aceh, kelihatan senang sekali bisa bertemu dengan rekan sekampung dari dataran tinggi, negari di awan, Takengon dan Simpang Tiga Redelong.
Apalagi yang dipesan saat di meja kantin asrama haji itu, persis kopi hitam, yang kita tahu, dari mana lagi, jika bukan dari kampungnya.
Kawan-rekan lama, yang sebagian ada yang baru semalam (Kamis malam) tiba, dan ada yang sudah dua hari, dan ada yang menginap di Takengon dari Kutacane, terdiri dari Petugas Kloter 8 (Drs H Amrun Saleh MA/TPHI, Kakankemenag Aceh Tengah), Panitia/Karom dari Kloter 7 (Drs H Ridwan Qari, Kakankemenag Bener Meriah, mantan Kabid Urais Kanwil), dan para pengantar.
Termasuk yang mewakili Pemkap Aceh Tengah, Kadis Syariat Islam. “Mari ngopi Pak…,” ajak tamu pada saya. “Terima kasih, foto dan salaman saja,” kata saya.
Saat duduk bareng Kakankemenag Aceh Tengah (Amrun) dan mantan Kakankemenag Aceh Tengah (Hamdan), terbayang kita sebulan lalu. Saat itu final voli MAN, dalam ajang Porseni di MAN Bireun itu. Keduanya duduk sebangku. Majalah Santunan (edisi 8) menulis, “Hamdan-Amrun Nonton Bareng”.
Sementara di balik kaca kantin Asrama Haji, terlihat Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Ibnu Sa’dan MPd sedang diwawancarai rekan media. wawancara seputar Kloter 7 dan dinamika haji, memang termasuk pagi sekali, saat panitia belum semua hadir, sebab jam memang belum pukul 08.00 WIB. []













