UIN Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum KKNI

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author30 April 2015
UIN Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum KKNI

[Ar-Raniry | Nat/Yakub]  Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar workshop pengembangan kurikulum berbasis kompetensi UIN Ar-Raniry merujuk pada kerangka kualifikasi nasional indonesia (KKNI), di Auditorium Prof Ali Hajsmy Banda Aceh.

Rektor Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA usai membuka workshop mengatakan, kurikulum itu merupakan sebuah pedoman, siapapun yang terlibat baik dosen, karyawan dan mahasiswa harus berpedoman pada kurikulum dan itu harus melalui proses untuk menuju kepada sebuah hasil.

“Kurikulum dari hasil workshop ini nantinya akan dibagi untuk tingkat Jamiah dan Fakultas atau Jurusan, dimana pada tingkat jamiah mereka mendapatkan semuanya mulai Quran, Hadits, akhlak dan materi keagamaan lainnya, selanjut pada kurikulum tingkat fakultas sesuai dengan disiplin ilmu pada masing-masing prodi, ini akan disingkronnisasi,” ujarnya.

Rektor menilai, Ini merupakan sudah standar nasional, penyusunan kurikulum ini dilakukan untuk semua jurusan yang ada di lingkungan UIN Ar-Raniry, ini nantinya akan menjadi milik publik. Kurikulum ini terkait dengan ajaran islam, kondisi terkini dengan standar nasional, kurikulum ini merupakan sebuah pedoman yang sangat penting mengandung filosofi, inilah yang menjiwai atau yang mewarnai proses, proses itulah yang menghasilkan produk.

Menurutnya, untuk menentukan kualitas produk, pada tingkat sekolah dasar dan menengah yang utama paling menentukan adalah guru, sejelek-jelek kurikulum jika guru berkualitas maka akan dapat mengelola dengan baik dan begitu juga sebaliknya, hal itu sangat beda dengan apa yang diterapkan pada perguruan tinggi, peran dosen lebih kecil dari pada mahasiswa, oleh karena itu Kurikulumlah yang paling menentukan, seiapapun yang mengajar jika kurikulum telah baik maka akan terarah sistem pendidikannya.

“Untuk mencapai pendidikan nasional yang bertaqwa kepada tuhan yang maha esa berakhlakul kariman, berwawasan luas, bertwnologi, dan lainnya saya yakin dan hqqul yakin yang itu dapat dicapai oleh medel pendidikan di UIN Ar-Raniry dan UIN-UIN lainnya di seluruh Indonesia,” tandas Farid.

Oleh karena itu Rektor Farid mengaharapkan, pada kesempatan seperti ini lah kita harus dapat melahirkan kurikulum yang dapat menjadi pedoman bagi orang lain, kurikulumlah yang menentukan hasilnya, dalam filsafat pendidikan dasar itulah yang menentukan kurikulum dan kurikulum yang mennentukan hasil, kalau dasarnya dari islam maka diambil dari nilai tertinggi dan bagi orang islam nilai yang paling tinggi adalah islam itu sendiri yaitu Al-Quran dan Hadits.

“Al-Quran dan Hadits adalah mata air, sumber mata airnya ilmu penegtahuan yang tidak akan pernah kering sampai kiamat, dia akan terus mengalir jika kita mau menggali seterusnya, tapi dengan dasar yang lain kitab telah kehabisan akal,” kata Prof Farid.

Mari kita memformat masa depan negeri ini, melalui kurukulum ini dapat memformat, kita dapat bangkit dengan format pendidikan, dan format pendidikan itu melalui kurikulum, workshop seperti ni harus ada setiap tahunnya, harapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Dr. Saifullah Isri, MA mengatakan, tujuan acaranya untuk melahirkan kurikulum UIN Ar-Raniry yang berlandaskan KKNI, ini merupakan amanah undang-undang yaitu seluruh kurkulum yang ada di Perguruan tinggi harus berlandaskan pada KKNI, sejak alih status IAIN ke UIN Ar-Raniry maka kurikulum selama ini belum berlandaskan KKNI, maka seiring dengan perkembangan, dengan workshop ini kita mengaharapkan kurikulum UIN ke depan harus berlandaskan KKNI.

“Maka perlu dilakukan kegiatan ini, sebelumnya panitia telah menyusun draf kurikulum itu dan setelah workshop ini peserta akan membawa hasil yang telah didiskusikan untuk di bawa dalam pleno, selanjutnya dirumbuk lagi sehingga mengahsilkan sebuah kurikulum yang akan diserahkan kepada panitia utuk diserahkan kepada warek I yang dibentuk tim khusus, sehingga dapat merumuskan kurikulum ini yang nantinya akan disahkan oleh Rektor melalui rapat senat,” ujar Saifullah.

Saiful Isri menerangkan, workshop ini diikuti oleh 500 orang peserta, terdiri dari 43 prodi di seluruh UIN Ar-Raniry serta dosen dan pimpinan lembaga, kegiatan ini dilaksakan selama dua hari, dalam bentuk diskusi panel dan pada hari kedua dibagi kelompok masing-masing fakultas untuk merumuskan kurukulum yang sesuai dengan masing-masing disiplin ilmu.

“Targetnya, pada semester mendatang kurikulum ini dapat dijalankan, kita berharap kepada peserta agar benar-benar memamfaatkan kesempatan ini dengan maksimal, panitia mengundang pemateri Prof. Dr. Hendrawan Soetanto, MRurSc,. dari Universitas Brawijaya Malang, materi juga akan disampaikan oleh Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Farid Wajdi, Warek I Dr. H. Muhibbuthabry, MA, Dr Saifullah M.Ag dan Prof Dr. H. Alyasa’ Abubakar, MA,” Saiful Isri menutup kabarnya kemarin. []

Layanan
harkitnas26
iduladha26
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh