Menurut data terbaru, kesehatan ibu dan anak di Aceh masih menjadi tantangan besar. Banyak keluarga yang kesulitan mengakses informasi kesehatan yang tepat, terutama yang berbasis agama. Oleh karena itu, Pengurus Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) PD IPARI Provinsi Aceh mengadakan Forum Group Discussion (FGD) bersama perwakilan UNICEF Aceh di Soba Kupi, Banda Aceh. Jumat, 07 Februari 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun draf buku saku ringkasan materi praktis mengenai penyuluhan agama berbasis kesehatan ibu dan anak, dengan fokus pada upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Dalam kesempatan ini, Pengurus IPARI Kota Banda Aceh turut aktif berpartisipasi dengan memberikan ide dan masukan yang bertujuan untuk menghasilkan buku saku yang mudah dipahami dan dapat digunakan oleh penyuluh agama dalam menyampaikan informasi kesehatan ibu dan anak kepada masyarakat. Beberapa isu penting yang dibahas antara lain tentang gizi ibu hamil dan bayi, pentingnya ASI eksklusif, imunisasi, serta keterlibatan orangtua dalam mendukung kesehatan anak.
Diskusi mendalam yang berlangsung selama FGD menghasilkan kesepakatan bahwa buku saku ini harus dirancang secara menarik, mengikuti perkembangan zaman, dan mengandung elemen interaktif serta visual yang memudahkan masyarakat dalam memahami informasi yang disampaikan. Buku ini diharapkan menjadi modul yang bermanfaat bagi penyuluh agama dalam menjalankan tugas mereka sebagai pendamping masyarakat dan untuk mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak sebagai dasar pembentukan generasi mendatang.
Ketua IPARI Provinsi Aceh, Ibu Hj Dra Evi Sri Rahayu M Sos, menyampaikan, “Penyuluh agama memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang berbasis agama mengenai kesehatan ibu dan anak. Buku saku ini akan menjadi alat yang sangat berguna bagi kami dalam menyampaikan pesan-pesan penting tentang kesehatan kepada masyarakat, terutama dalam konteks kesejahteraan perempuan dan anak. Hendaklah kita takut apabila kita meninggalkan generasi yang lemah di belakang kita.”
Selain itu, pengurus IPARI Kota Banda Aceh berharap buku saku ini nantinya dapat lebih ditingkatkan lagi, tidak hanya sebagai buku saku, tetapi juga sebagai panduan yang lebih luas lagi bagi calon keluarga baru. Buku ini diharapkan dapat menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan keluarga yang sehat dan sejahtera. []