Perayaan Sannipata Waisak 2570 Buddha Era (BE) Tahun 2026 tingkat Provinsi Aceh berlangsung khidmat di Anggun Ballroom Hotel Muraya, Banda Aceh, Minggu 14 Juni 2026. Tema yang diusung “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”.
Kegiatan diselenggarakan Pengurus Yayasan Vihara Buddha Sakyamuni Banda Aceh bekerja sama dengan Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Aceh. Hadir perwakilan Pemerintah Kota Banda Aceh, Kanwil Kemenag Aceh, anggota Sangha, Kepolisian Sektor Kuta Alam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lebih dari 800 umat Buddha dari berbagai kabupaten/kota se-Aceh.
Acara diawali Tari Ranup Lampuan sebagai penghormatan kepada tamu undangan. Dilanjutkan laporan panitia, sambutan, penampilan kesenian Buddhis dan budaya Aceh, pemberian apresiasi kepada lembaga keagamaan Buddha, serta kegiatan kebersamaan hingga malam hari.
Ketua Panitia Sannipata Waisak 2026, Yanto, menyampaikan Waisak bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum untuk merefleksikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
“Perayaan ini mengajak umat mengembangkan cinta kasih, kebijaksanaan, kepedulian sosial, serta semangat menjaga harmoni dan perdamaian,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan sosial telah dilaksanakan sejak awal Mei 2026, antara lain penuangan eco enzyme, karya bakti di Taman Makam Pahlawan, donor darah di Vihara Buddha Bireuen, bazar Waisak, penggalangan dana untuk korban banjir, serta pelepasan makhluk hidup di berbagai vihara se-Aceh.
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh, DR Aida Rina Elisiva, BAcc MM, yang mewakili Kakanwil, mengapresiasi seluruh panitia, Sangha, tokoh agama, umat Buddha, organisasi keagamaan Buddha, serta umat Buddha yang telah berpartisipasi dan bekerja sama menyukseskan seluruh rangkaian peringatan Tri Suci Waisak Tahun 2026.
“Kemenag hadir sebagai rumah bersama. Kami mendukung kegiatan yang mengedepankan perdamaian, kerukunan, dan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu Kanwil Kemenag Aceh menyerahkan piagam penghargaan kepada lembaga Buddha yang berkontribusi dalam penanganan banjir dan longsor pada akhir Tahun 2025.
Wali Kota Banda Aceh yang diwakili Staf Ahli, Said Fauzan, juga menyampaikan apresiasi dan mengajak meneladani welas asih serta kebijaksanaan Sang Buddha.
“Melalui Sannipata Waisak ini, kita tidak hanya merayakan tradisi keagamaan, tetapi juga memperkuat persaudaraan lintas agama, budaya, dan suku. Inilah wujud nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.
Perayaan ditutup dengan penampilan seni budaya, pembagian lucky draw, dan pengumuman Kota Lhokseumawe sebagai tuan rumah Sannipata Waisak Provinsi Aceh Tahun 2027.












