Banda Aceh (Muhammad Sofyan) -- "Melalui Diklat Ini, Kita Aktualisasikan Buaya Kerja Pelayanan Publik Pada Kementerian Agama Berbasis Nilai-nilai Agama." Demikian tema yang diusung Balai Dimlat Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh pada pelaksanaan Diklat Revolusi Mental Bagi ASN Dalam Membangun Budaya Kerja Pelayanan dan Diklat Teknis Subtantif Materi UN Matematika Mdrasah Tsanawiyah (MTs), yang dibuka langsung oleh Kepala BDK Aceh Salman Al Farisi, S. Ag, M. Pd di Aula Kampus BDK Aceh, Komplek PSBB MAN Model Banda Aceh, Senin (28/1).
Dalam laporannya Drs. Mahdi Amin, selaku Ketua Panitia Penyelenggara memaparkan bahwa jumlah peserta seluruhnya 60 orang untuk 2 angkatan, masing-masing angkatan 30 orang.
Salman Alfarisi dalam arahannya mengatakan bahwa saat ini di era milenial, ASN Kemenag harus mampu bersaing dalam menyongsong era Revolusi Industri 4.0. Industri 4.0 itu sendiri adalah Industri Digitalisasi, oleh karenanya setiap ASN Kemenag harus mampu mengikuti arus perkembanagan teknologi tersebut.
Di era Milenial ini generasi mudanya yang disebut dengan Generasi Milenial, informasi semakin cepat tersebar melalui dunia maya, oleh karenanya Kepala BDK Aceh menganjurkan agar semua ASN Kemenag harus mampu mengikuti perkembangan zaman lebih-lebih seorang guru, jangan sampai kalah dengan murid/siswanya dalam menerima informasi.
Lebih lanjut Salman Al Farisi juga menyampaikan bahwa di era milenial ini ASN Kemenag harus mampu melayani masyarak, bukat menjadi orang yang dilayani. Seorang ASN Kemenag harus mampu menjalankan 5 Budaya Kerja Kemenag. Sebagai contoh, "Seorang ASN yang datang ke Kantor jangan hanya untuk mengejar Absen, tapi harus melaksanakan tugas dengan baik, harus membuat perubahan-perubahan setiap harinya, jangan hanya menunggu perintah dari atasannya saja.















