[Subulussalam l Erizal Lubis]
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (Q.S An Nisa’ : 9)
Dimasa sekarang ini masyarakat kita masih terfokus kepada bagaimana dikemudian terhadap pekerjaan anak-anaknya, hartanya, sehingga kita banyak mengumpulkan harta tetapi mereka melupakan satu hal yakni bagaimana dengan agama mereka, sehingga ketika sang anak tadi sudah besar susah diatur atau diserahkan kepada pesantren-pesantren. Padahal anak usia dini jika dibimbing akan menghasilkan anak yang berkualitas baik dari segi agama dan dari segi pendidikan lainnya.
Misalnya pernahkah kita tanya kepada anak kita ketika sudah besar, nak bagaimana shalatnya, akan tetapi kita lebih sering bertanya kepada mereka bagaimana sudah kuliahnya, tamat nanti masuk perusahaan mana?. Apakah kita bisa menjamin masjid yang megah dan indah ini akan menjadi saksi dalam ibadah anak kita, jangan-jangan mereka ke masjid sesampainya di masjid mereka hanya duduk-duduk diparkiran dan main mercon.
“QUU ANFUSIKUMWAAHLIKUM NAARAN” jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Untuk mencegah semua ini marilah sejak dini kita kembali untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dengan pendidikan agama dengan tidak melupakan pendidikan lainnya sehingga kita bisa meninggalkan generasi yang kuat nantinya. Demikian Ustadz Aab Syihabuddin, M.Ag yang juga Kepala MAN Subulussalam dalam kesempatan tausiahnya sebelum Shalat Tarawih dan Witir di Masjid As Silmi Subulussalam. [yyy]