CARI
Rekomendasi Keywords:
  • Azhari
  • Kakanwil
  • Hari Santri
  • Halal
  • Islam
  • Madrasah
  • Pesantren

Pascabencana, 14 Persen Madrasah di Aceh Tengah Belum Siap Pembelajaran Normal

Foto Penulis
  • Penulis
  • Dilihat 1777
Rabu, 7 Januari 2026
Featured Image
Pengungsi penyintas bencana di MIN 19 Aceh Tengah

Di Kabupaten Aceh Tengah, bencana hidrometeorologi tak hanya menyisakan lumpur dan bangunan rusak, tetapi juga memaksa madrasah menjalani peran ganda. Ruang-ruang kelas yang seharusnya dipenuhi suara riuh anak-anak belajar, sebagian masih menjadi tempat berlindung bagi penyintas. 

 

Hingga kini, sebanyak 14 dari 105 madrasah dilaporkan belum sepenuhnya siap melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara normal.

 

“Ada yang akses jalannya terganggu, ada yang gedung dan mobilernya rusak, bahkan ada yang masih menjadi tempat pengungsian,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, Wahdi MS, Rabu, 7 Januari 2026.

 

Ia menjelaskan, dua madrasah di Kecamatan Bintang, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 19 dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Aceh Tengah, menjadi tempat pengungsian warga dari Desa Atu Payung, Konyel, dan Gele Pulo. 

 

Meski belum normal, saat ini MTsN 6 sudah mulai fokus pada kegiatan pendidikan, sementara MIN 19 masih digunakan sebagai lokasi pengungsian. "Tapi fasilitas MTsN 6 masih dipakai sebagian pengungsi karena MIN dan MTsN ini satu kompleks," ucapnya.

 

Dengan ruang belajar yang terbatas, Proses Belajar Mengajar (PBM) tetap diupayakan berjalan sejak Senin, 5 Januari lalu. Ruang-ruang kelas yang tidak ditempati pengungsi dijadikan tempat belajar, dengan pengaturan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

 

“Ini bukan situasi ideal, tetapi anak-anak harus tetap belajar. Kita menyesuaikan dengan keadaan, memanfaatkan ruang yang ada,” kata Wahdi.

 

Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh mencatat, Kankemenag Aceh Tengah melaporkan 31 madrasah dari berbagai jenjang  terkena dampak banjir dan longsor.

 

Lima Raudatul Athfal terdampak dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat. Sementara itu, 12 Madrasah Ibtidaiyah, 7 Madrasah Tsanawiyah dan 7 Madrasah Aliyah mengalami kerusakan serupa.

 

"Madrasah-madrasah ini perlu segera mendapat perhatian dan perbaikan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,” ucapnya, kala jeda pembersihan tanah longsor di MIN 4 Aceh Tengah.

 

Kepala MTsN 6 Aceh Tengah, Abd Rahman mengatakan, PBM terhenti total sejak akhir November lalu karena madrasah difungsikan sebagai tempat pengungsian dan banyak siswa serta guru yang turut terdampak banjir dan longsor.

 

“Anak-anak kita juga korban. Ada yang rumahnya rusak, ada yang orang tuanya mengungsi. Guru-guru pun sebagian tinggal jauh di kota (Takengon),” ujar Abd Rahman.

 

Bagi pihak madrasah, keputusan untuk tetap menerima pengungsi adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. “Kami tidak mungkin menutup pintu. Di satu sisi kami mendidik, di sisi lain kami juga melayani warga yang membutuhkan tempat aman,” ujarnya.

 

Hingga kini, belum ada kepastian kapan para pengungsi dapat kembali ke desa masing-masing. Sambil menunggu situasi membaik, madrasah terus berupaya menjalankan dua peran sekaligus: menjaga denyut pendidikan dan merawat nilai kemanusiaan di tengah bencana.[]

Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Lainnya
Media Sosial
© 2023 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh