Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen terus memperkuat validitas data lembaga pendidikan keagamaan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pendampingan Pengisian Education Management Information System (EMIS) bagi operator Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dan Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ), di Aula Kemenag Bireuen, Kamis, 2 Juli 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan data EMIS agar seluruh informasi lembaga pendidikan keagamaan tersaji secara lengkap, akurat, dan mutakhir. Data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, pembinaan, serta pelaksanaan berbagai program di lingkungan Kementerian Agama.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Drs H Mukhlis, yang juga menjabat Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAKIS), menegaskan bahwa setiap lembaga wajib melakukan pemutakhiran data secara berkala karena EMIS menjadi indikator keberadaan dan operasional lembaga.
"EMIS harus diisi dengan benar karena menjadi bukti bahwa lembaga tersebut aktif dan beroperasi. Semua informasi mengenai pondok pesantren, MDT, maupun LPQ tercatat dalam EMIS. Saya berharap seluruh operator dapat menginput data secara lengkap, akurat, dan tepat waktu," ujarnya.
Mukhlis juga mengajak seluruh pengelola pondok pesantren di Kabupaten Bireuen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola lembaga. Menurutnya, masih banyak santri asal Bireuen yang memilih menempuh pendidikan di pondok pesantren di luar daerah, sehingga perlu menjadi perhatian bersama.
"Kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi bagi kita semua. Mari kita benahi tata kelola pondok pesantren agar semakin baik, jaga kebersihan, tidak ada buly atau kekerasan dan juga tata kelola administrasi yang baik," ajaknya. [ ]










