Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) menjadi momentum penting untuk memperkuat peran santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, membentuk generasi berakhlak mulia, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara. Melalui peringatan ini, santri diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas.
Semangat tersebut terlihat dari antusiasme ribuan santri dari berbagai dayah di Kabupaten Bener Meriah yang mengikuti Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2026 dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Meski pelaksanaannya sempat tertunda akibat kondisi cuaca buruk dan kabut asap, hal itu tidak menyurutkan semangat para santri untuk mengikuti upacara yang berlangsung di Lapangan Sengeda Bener Meriah, Selasa 27 Oktober 2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Tarmizi SAg MPd, turut menghadiri upacara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran santri dan pendidikan keagamaan di daerah. Ia hadir didampingi Kasubbag Tata Usaha Riadiyansyah SE dan Plh Kasi Bimas Islam Wahyulita Jaya SIP yang bertugas membacakan doa.
Upacara dipimpin oleh Wakil Bupati Bener Meriah, Ir H Armia, serta dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan instansi terkait, dan Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Pimpinan Wilayah Bener Meriah.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) dan Syarhil Qur’an tingkat Kabupaten Bener Meriah yang telah dilaksanakan pada pekan sebelumnya. Penyerahan hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas prestasi santri sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memahami kitab kuning, mendalami ilmu agama, dan menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an.
Adapun para pemenang perlombaan tersebut sebagai berikut.
A. Cabang Fathul Qarib Putra
1. Zikru Muyasir – Muadalah Ulya Dayah Madinatuddiniyah Al Munawarah, nilai 283.
2. Junino Wen Ranto – Dayah Hidayatussalikin, nilai 282.
3. Abdan Siara – Dayah Bustanul Arifin, nilai 268.
B. Cabang Fathul Qarib Putri
1. Nazhila Ashifa – Dayah Bustanul Arifin, nilai 262.
2. Rahmayani – Dayah Darul Ulum Al Fata, nilai 259.
3. Naisa Ramadhani – Dayah Nurul Huda Al Ataqiyah, nilai 252.
C. Cabang Ta’lim Muta’allim Putra
1. Ahmat Al Haitami – Muadalah Ulya Dayah Madinatuddiniyah Al Munawarah, nilai 266.
2. Ardan Mustaqim – Dayah Nurul Huda Al Ataqiyah, nilai 250.
3. Fakhrurrazi – Dayah Tauthiyatul Amylin, nilai 233.
D. Cabang Ta’lim Muta’allim Putri
1. Siti Saleha – Dayah Bustanul Arifin, nilai 269.
2. Fitri Azzahra – Dayah Nurul Huda Al Ataqiyah, nilai 250.
3. Rahmah – Dayah Darul Ulum Al Fata, nilai 235.
E. Cabang Syarhil Qur’an Putra
1. Pesantren Raudhatul Ulum, nilai 93,5.
2. Pesantren Muadalah Ulya Dayah Madinatuddiniyah Al Munawarah, nilai 90,5.
3. Pesantren Hidayatussalikin, nilai 89.
F. Cabang Syarhil Qur’an Putri
1. Pesantren Bustanul Arifin, nilai 93.
2. Pesantren Nurul Islam, nilai 83,5.
3. Pesantren Darul Ulum Nurul Fazri, nilai 83.
“Santri bukan hanya tentang menuntut ilmu, tetapi juga tentang menjaga nilai, akhlak, dan semangat mengabdi untuk negeri,” ungkap Tarmizi.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, diharapkan sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, ulama, dan pengelola dayah semakin kuat dalam membina generasi santri yang unggul, mandiri, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.[]












