Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang mulai mematangkan persiapan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dan Ajang Prestasi Robotik, Sains, Olahraga dan Seni (Apresiasi) madrasah tahun 2026 di MIN 7 Aceh Tamiang, Kamis, 3 September 2026 .
Persiapan tersebut menjadi langkah awal untuk menyiapkan pelaksanaan kompetisi sekaligus menjaring peserta didik yang akan mewakili Aceh Tamiang ke tingkat berikutnya yang dibahas dalam Rapat Koordinasi OMI dan Apresiasi Madrasah 2026 yang dilaksanakan oleh Seksi Pendidikan Madrasah.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Muhammad Hazaqil Azmi SHI dan dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah, Kepala Raudhatul Athfal, dan operator madrasah Tingkat MI, MTs dan MA baik negeri maupun swasta.
Dalam rakor tersebut dilakukan penyamaan persepsi mengenai tahapan OMI dan Apresiasi Madrasah tahun 2026 serta pembentukan panitia pelaksana pada kegiatan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan kebutuhan penyelenggaraan kompetisi sejak tahap awal.
Menurut Muhammad Hazaqil, persiapan OMI membutuhkan keterlibatan kepala madrasah, pengawas madrasah, guru pembina, dan operator dengan tugas masing-masing. Guru pembina berperan dalam menyiapkan peserta, sedangkan operator mendukung kebutuhan administrasi, pendataan, dan teknis kegiatan.
"Peran Kepala Madrasah dan Pengawas Madrasah pada ajang OMI dan Apresiasi Madrasah adalah sebagai motor penggerak koordinasi, pembinaan, dan pendampingan untuk memastikan peserta didik siap berkompetisi secara maksimal" ujar Muhammad Hazaqil.
Ia menambahkan, Kankemenag Aceh Tamiang berkomitmen untuk berpartisipasi secara penuh dengan mengirimkan peserta pada seluruh cabang yang diperlombakan pada OMI dan Apresiasi Madrasah.
"Untuk OMI tingkat kabupaten Aceh Tamiang pada tahun ini diikuti 311 peserta, terdiri dari 131 siswa jenjang MA, 109 siswa jenjang MTs, dan 71 siswa jenjang MI. Seluruh peserta akan berkompetisi pada 7-8 September 2026 dan peserta pada tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya," ujar Muhammad Hazaqil.
Selain itu, Ia juga mengatakan untuk cabang yang diperlombakan dalam Apresiasi Madrasah 2026 mencakup Coding dan Robotik, Olahraga, Seni, serta GTK Presa.
"Dalam Apresiasi Madrasah ada cabang yang diperlombakan untuk guru dengan kategori guru inspiratif, dedikatif, dan inovatif sehingga diharapkan Kepala madrasah hendaknya menyampaikan kepada guru yang memiliki kemampuan untuk ikut berkompetisi pada ajang tersebut, " ungkapnya.
Melalui rakor tersebut diharapkan OMI dan Apresiasi Madrasah dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun karakter dengan penuh semangat.
Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan gagasan Menteri Agama Republik Indonesia tentang Kurikulum Berbasis Cinta yang mengedepankan kasih sayang, penghormatan terhadap sesama, dan semangat saling mendukung.
Ia berharap peserta didik madrasah di lingkungan Kankemenag Aceh Tamiang dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan mencatat capaian yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga mampu membawa nama Kabupaten Aceh Tamiang pada kompetisi di tingkat provinsi maupun nasional.[]













