Banda Aceh (Inmas)---Komisi VIII DPR RI dalam kunkernya di Aceh mengadakan sejumlah pertemuan dan peninjauan lapangan terhadap penggunaan dana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Kementerian Agama di Aceh yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh turut mendampingi kunker DPR RI tersebut yang berlangsung sejak 01 - 02 November 2018.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Marwan Dasopang selaku Ketua Tim rombongan mengatakan munculnya pendanaan SBSN di satu sisi menggembirakan.
"Peningkatan dana bersumber dari SBSN terjadi saat ini, namun juga perlu memperhitungkan penggunaannya, terus terang SBSN itu luar biasa, muncul gedung-gedung baru," ucap Marwan di ruang sidang rektor UIN Ar-Raniry, Kamis (1/11).
"Kita berharap keuangan dari Haji, setelah kita berdialog dengan BPKH supaya dana tersebut tergunakan dengan baik," lanjut Marwan.
Sementara Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr H Syahbuddin MAg mewakili Rektor UIN Ar-Raniry mengatakan komitmennya untuk membangun UIN Ar-Raniry.
"Kita berusaha UIN jadi UIN yang unggul dan berkelas dunia, sain modern dan nilai-nilai kebangsaan," ujar Syahbuddin.
Ia menyebutkan saat ini UIN mempunyai 9 fakultas, 46 prodi, dengan mahasiswanya 27.419 orang.
"Mudah-mudahan pemerintah bisa melihat UIN untuk perbaikan lebih baik ke depan. UIN sedang membangun dan membenah diri, kita juga akan mewujudkan terbentuknya Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Islam, Fakultas Perikanan, dan membangun Islamic Center," urainya.
Kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama dalam rangka mencari masukan tentang SBSN yang telah dan akan digunakan.
Hadir pada pertemuan tersebut para rektor IAIN dan STAIN se Aceh, Jajaran Forkopimda dan jajaran pimpinan UIN Ar-Raniry. Juga dihadiri Badan Pengelola Keuangan Haji Pusat, Asep dan Iskandar.[]















