Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh memperkuat sinergi humas, penyuluh agama, dan media daring untuk menghadirkan informasi yang akurat, humanis, dan berdampak bagi masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD) Kehumasan bertema “Smart Public Relation: Membangun Narasi Positif Kemenag di Media Sosial yang Adaptif, Inovatif, dan Humanis” di Aula Kankemenag Kota Banda Aceh, Rabu, 14 Oktober 2026.
KaKankemenag Kota Banda Aceh Dr H Salman SPd MAg menegaskan bahwa penguatan kehumasan perlu sejalan dengan arahan Menteri Agama mengenai pentingnya penguatan informasi dan data. Publikasi tidak cukup hanya melaporkan kegiatan, tetapi juga harus mampu menunjukkan manfaat program dan kontribusi Kementerian Agama bagi masyarakat.
“Setiap informasi yang disampaikan harus akurat, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kita perlu mengubah cara pandang dalam publikasi, dari sekadar melaporkan kegiatan menjadi menyampaikan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” demikian arahan Salman.
Ia juga mendorong keterbukaan dalam merespons isu publik. Informasi keliru perlu diluruskan berdasarkan fakta, sedangkan kritik dan pemberitaan harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan serta menjaga kepercayaan masyarakat. Dalam hal ini, media daring menjadi mitra strategis untuk memperluas jangkauan informasi yang benar dan berimbang.
FGD dipandu oleh Kasubbag Tata Usaha Kusnadi SAg MA dan diikuti oleh Kasi Bimas Islam sekaligus Koordinator Humas Dr H Akhyar MAg, Kasi Pd. Pontren H Sayed Khawalid SAg MA, Kasi Pendidikan Agama Islam Jamaluddin SE, serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf Hj Syarifah Zaitunsari SPdI MEd. Kegiatan ini turut melibatkan perwakilan media daring, penyuluh agama Islam, serta person in charge (PIC) humas dari seksi, KUA, dan madrasah di lingkungan Kankemenag Kota Banda Aceh.
Salah satu pembahasan utama ialah penguatan kolaborasi antara humas dan penyuluh agama. Humas bertugas menggali dan menyebarluaskan informasi, sedangkan penyuluh menghadirkan substansi keagamaan serta potret pembinaan masyarakat di lapangan. Sinergi ini membuka ruang bagi praktik baik dalam pendidikan, pembinaan keluarga, pemberdayaan umat, dan penguatan karakter untuk diangkat menjadi informasi yang edukatif dan inspiratif.
Melalui FGD ini, Kankemenag Kota Banda Aceh mendorong publikasi yang tidak hanya berorientasi pada jumlah konten, tetapi juga pada akurasi informasi, relevansi pesan, jangkauan publik, dan manfaat yang dihasilkan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, komunikasi publik diharapkan mampu mendekatkan program Kementerian Agama dengan kebutuhan nyata masyarakat.










