Sebanyak 207 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Rundeng, Kota Subulussalam, masih harus belajar di ruang relokasi dengan fasilitas terbatas selama proses rehabilitasi dan renovasi gedung madrasah berlangsung. Pembangunan yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025–2026 melalui proyek PHTC Provinsi Aceh I tersebut diharapkan segera rampung agar siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang lebih layak.
Selama sekitar tujuh bulan pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan gedung STAN milik Kecamatan Rundeng di kawasan lapangan alun-alun. Gedung yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan musabaqah itu menjadi tempat relokasi sementara bagi para siswa.
Kepala MIN 2 Rundeng, Hadiar, mengatakan pembangunan mencakup rehabilitasi delapan ruang kelas dan dua kamar mandi/WC lama, serta pembangunan lima ruang kelas dan empat kamar mandi/WC baru.
“Pembangunan terus dipacu. Kami berharap proses rehabilitasi dan renovasi ini dapat segera selesai sehingga anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman di ruang kelas yang lebih baik,” ujar Hadiar.
Ia menjelaskan, keterbatasan ruang belajar menjadi tantangan utama selama proses pembangunan, terutama dalam menjaga kenyamanan siswa. Para wali siswa juga kerap mempertanyakan kepastian waktu penyelesaian bangunan karena berharap anak-anak mereka dapat segera kembali belajar di lingkungan madrasah.
Meski menghadapi keterbatasan, pihak madrasah tetap berupaya memastikan pembelajaran berjalan. Hadiar berharap, setelah pembangunan selesai, ruang kelas dan fasilitas sanitasi yang lebih baik dapat mendukung kenyamanan serta meningkatkan semangat belajar siswa.
“Kami berharap para guru, siswa, wali murid, dan masyarakat dapat bersabar menunggu proses rehabilitasi ini. Semoga pembangunan segera selesai sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan optimal,” tuturnya.
Rehabilitasi dan renovasi MIN 2 Rundeng diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana madrasah, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih layak bagi 207 siswa.[]












