Banda Aceh (Inmas)---Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas (Inmas) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Muhammad Nasril, Lc. MA menjadi Narasumber pada kegiatan Workshop Jurnalistik bagi guru Pembina Rohis SMA/SMK se Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (20/10).
Dalam kesempatan tersebut, Nasril berbagi tips tentang bagaimana cara mudah menulis Feature.
"Menulis features ini sama halnya juga seperti menulis berita biasa, mengandung "5W 1H", kemudian baru disajikan dalam bahasa yang indah, humanis dan penuh warna, sehingga kita bisa memberikan informasi sambil menghibur tentang suatu peristiwa, situasi, atau aspek kehidupan seseorang," ujar Nasril.
Ia juga mengungkapkan bahwa menulis jangan pernah menunggu atau menunda waktu dan tempat yang tepat.
“Kapan kamu terinspirasi, ada ide, atau melihat suatu peristiwa maka tulisan, apalagi sekarang bisa langsung menulis dulu di Hp, kalau tunggu nanti, biasanya akan malas atau lupa” ujar Nasril.
"Silahkan Tulis catatan pengalaman kehidupan masing-masing, peristiwa menarik, sejarah dan biografi, karena dengan tulisan feature ini membuat pembaca lebih menarik, tapi ingat feature ini real peristiwa bukan fiksi," pesan Nasril.
Namun sebelum menulis Feature, nasril mengingatkan peserta untuk memberi informasi sambil menghibur tentang suatu peristiwa, situasi, atau aspek kehidupan seseorang mengetahui suatu peristiwa dan jalan ceritanya, kemudian Memastikan sudut berita (point of view) dan Menentukan lead atau intro/bagian pembuka.
"Menentukan lead ini sangat penting, untuk memudahkan dalam pengumpulan bahan, seperti kronologis cerita/peristiwa, selanjutnya silahkan olah menjadi sebuah tulisan yang menarik," lanjut Nasril.
Dalam kesempatan tersebut, Nasril juga berharap kepada peserta jurnalistik yang merupakan guru SMK/SMA untuk terus menulis usai kegiatan dilaksanakan, minimal menjadi jurnalis di masing-masing sekolah untuk mempublikasi kegiatan kegiatan di masing-masing sekolah.
"Menulis itu harus sering sering, jangan takut salah, maka teruslah menulis,silahkan olah bahan mentah suatu peristiwa menjadi masakan lezat yang bisa dinikmati, akan tetapi kalau salah olah, juga bahaya, bisa menjadi fitnah atau berita Hoax," pesan Humas Kemenag Aceh ini.
Diakhir pertemuan, ia kembali mengingatkan peserta tentang berita berita Hoax dan berbau fitnah, apalagi menjelang tahun politik.[SY]















