[Banda Aceh | Yakub] Buka Puasa Bersama keluarga besar Kanwi Kementerian Agama Provinsi Aceh sukses digelar di lapangan tebuka, sisi selatan gedung Kanwil. Usai berbuka, tamu undangan bersama jajaran Kanwil lanjutkan dengan makan malam bersama, baik di tempat pembinaan mental (taushiah) dan silaturrahmi (di lapangan voli), maupun di ruang Kanwil.
Dalam laporan dan sambutan sebelum Ustadz Akhi Tamlicha Lc, Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Drs HM Daud Pakeh, sampaikan sejumlah perkembangan Kanwil, haji, dan Porseni, bahkan penggunaan lapangan voli. “Ini sumbangan karyawan-karyawati,” jelas Kakanwil, di hadapan peserta berbuka yang meluber hingga ke kantin, dan bawah pohon mangga.
Sebelum Ustadz Azhar MA (Kasi di Bidang PHU) lantunkan Kalam Ilahi beberapa ayat dari QS As-Sajadah, Khairul Saleh (ASN di Bidang Penmad) awal dengan acara anak-anak. Sejumlah anak-anak karyawan Kanwil diuji beberapa pertanyaan, dan bagi yang bisa jawab, dihadiahi uang (lembaran uang baru).

Penceramah Ustadz Tamlicha kembali kupas filosofi Lima Budaya Kerja, dikaitkan dengan Ramadhan dan pendidikan di Aceh. Di sekitar lapangan voli, samping kantin, sejumlah spanduk terpampang. Dari Bidang Penmad, kata bijak mengajak shai-imin dan sha-imat dengan kata-kata “Puasa Cerdar, Puasa Ceria, Ramadhan Bertaqwa, Ramadhan Berprestasi. Selamat Berbuka Puasa…. Salam Prestasi.”

Di sini, penceramah kaitkan kelima nilai budaya kerja itu, dengan puasa dan pendidikan. Sekilas singgung penceramah, nilai budaya kerja pertama, integritas yang berarti kita harus padukan segenap mentalitas dan sikap lahiriah kita. Integritas yang bermakna sinergitas antara hati, kata, dan kerja.

Kedua, profesionalitas ialah bekerja dengan keahlian dan kapasitas. Profesionalitas memuat filosofi kecakapan dan keterandalan. Profesionalitas bekerja dengan ilmu dan aturan. Juga kompeten dalam bekerja dengan hasil baik, serta selesai.
Ketiga, inovasi, yakni semangat untuk melanjutkan hal yang positif dari sesi sebelumnya. Inovasi tapi berani dalam mengambil tanggung jawab. Inovatif juga dengan tidak tertutup dalam meneriam ide konstruktif.

Keempat, tanggung jawab misalnya, dalam mengerjakan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu. Indikasi Keteladananan misalnya, akhlak terbaik, bukan akhlak jahat. Dan profesionalitas, dalam ibadah puasa, kita yang berpuasa akan menahan dirinya sejak imsak dan hanya berbuka setelah tiba waktunya, kita tak akan berbuka di tengah jalan (sebelum waktu berbuka) tanpa ‘uzur yang syar’i.
Dalam jumpa pers Kakanwil, pada media, kembali ulangi informasi haji, Personi, Kepramukaan, KSM, dan lainnya. Kakanwil didampingi Kabid PHU, Kasubbag Inmas, dan panitia Porseni. []

















