[Kanwil | Muhammad Yakub Yahya] Pertama-tama, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs HM Daud Pakeh, sampaikan kalimat innalillahi wa inna ilayhi raji’un, atas diamanahkan jabatan Kakanwil padanya. Ini mengingatkan siapa pun kita, bahwa jabatan bukan segala-galanya, tapi itu cobaan.
Sikap merasa bahwa jabatan ini, ajang cobaan dan ajang fitnah, merupakan praktek beberapa sahabat dan generasi setelahnya, yang saat disandangkan tongkat komando pada mereka, awali amanah itu dengan kalimat istirja’ itu.
Drs HM Daud Pakeh menggantikan Kakanwil sebelumnya, Drs H Ibnu Sa’dan MPd yang diamanahkan menjadi Kepala Biro AUAK (Administrasi Umum dan Administrasi Keuagan) IAINZCK (Zawiyah Cot Kala, Kota Langsa, sejak Rabu (4/3).
Dalam apel perdana, di halaman tengah, samping Mushalla Al-IKhlash, selanjutnya Kakanwil ajak jajarannya, agar tetap bekerja sesuai aturan main. Dalam hubungan sesama kita, dalam keseharian, tetap ciptakan suasana yang harmonis dan ‘biasa-biasa’ saja.
“Bagi mitra kerja yang selama ini memanggil ‘Kanda’, panggil ‘Kanda’ saja. Kawan yang selama ini memanggil ‘Ayah’, panggil ‘Ayah’ saja, dan yang selama ini memanggil ‘Pak’, panggil ‘Pak’ saja. Serta yang selama ini memanggil saya ‘Pak Daud’, panggil ‘Pak Daud’ saja,” ajaknya dalam apel perdana selaku Kakanwil di hadapan ratusan jamaah, termasuk hadir Kakankemenag Kota Sabang, Drs H Taufiq Abdullah.
Kakanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh, yang sebelumnya menjabat Kakankemenag Aceh Jaya dan Kabid PHU Zawa, dalam amanat 40 menit itu, banyak mengulang kesuksesan saat mengabdi di Aceh Jaya dan di Banda Aceh, serta Sabang. Di samping ingin meluruskan kekurangan selama ini, termasuk pengalaman terkhir saat dari Jakarta yang berbaringan dengan kedatangan Presiden ke Aceh itu.
“Saya ingin menarik jajaran Kanwil ke jalan lurus. Maka jangan melawan aturan,” katanya di hadapan Kabag TU H Habib Badaruddin SSos, Kabid PD Pontren H Abrar Zym SAg, Kabid PHU Drs H Herman MSc, Kabid Penais Zawa Drs H Bukahri MA, Kabid Urais Binsyar Drs H Hamdan MA, Kabid PAI Drs H Saifuddin AR, para Pembimas, para Kasi, para Kasubbag, dan jajarannya.
“Tolong catat, kini gerbong di tangan saya, tolong ikuti gerbong, naik gerbong. Yang turun akan tergiring, yang loncat akan tergiring, dan yang melintas akan terlindas (tergilas),” isyaratnya dalam apel bulan Jumadil Akhir itu, seraya mengharap pada Kabid agar jaga gerbong masing-masing.
Lalu, “Siap gerak, bubar jalan…” ujar komandan apel Senin (9/3) Syahrul dari Subbag Umum Kanwil, dan peserta pun bersalaman dengan Kakanwil baru, yang di halaman pun telah terpasang baliho ‘Selamat Datang….” [inmas]















