Banda Aceh (Inmas)---Usai memberikan materi dan memotivasi Qari Qariah dan Hafiz Hafizah di Hotel Mahoni Banda Aceh, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh melanjutkan menjadi narasumber pada Penguatan Tenaga Pengelola Data Emis Madrasah di Hotel Kuala Raja, Band. a Aceh, Kamis (17/10).
Kegiatan bertema "Mewujudkan Data Emis yang akurat, berkualitas dan up to date menuju Revolusi madrasah hebat dan bermartabat," diikuti 50 peserta dari operator Kankemenag Kab/kota dan madrasah se Aceh.
"Kita tidak boleh main-main dengan data, persoalan data adalah persoalan serius, begitu pentingnya data dan semua beranjak dari data," ucap Kakanwil.
Kakanwil menambahkan kalau data salah, akibatnya akan terjadi kesalahan fatal dan menyebabkan kerugian.
"Data itu harus valid dan mutakhir, dan kekuatan kita ada di data Emis, makanya data emis harus clear semua, dimana kendala harus kita terobos dan selesaikan segera," sebut Kakanwil.
Dikatakannya, sama halnya dengan data pada pondok pesantren, tanpa terdata di Emis, pondok pesantren tidak dilayani oleh negara, misalnya untuk PIP.
"Hari ini aturannya sudah sangat ketat, izin operasional pesantren saja tidak lagi dikeluarkan oleh pusat, tapi dikeluarkan oleh pusat, Kanwil Kemenag cuma mengusulkan," jelas Kakanwil.
Kakanwil juga menjelaskan bahwa di era teknologi ini, integrasi data sangat dibutuhkan demi terwujudnya pelayanan terbaik kepada masyarakat, yang terintegrasi dan maksimal.
"Maka integrasi data sangat mendasar untuk dilakukan agar kita memiliki data-data terbaik, dan data harus terupdate serta harus miliki sistem yang baik," ungkapnya.
Disemua lini dan sektor, kita inginkan sudah berbasis data. Kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan aparatur Kemenag untuk berbenah dengan memberikan pelayanan data yang lebih cepat,akurat, dan memuaskan, tutup Daud Pakeh.[]















