Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, meminta seluruh pengelola humas di lingkungan Kementerian Agama Aceh untuk menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks dan disinformasi yang berkembang di ruang digital.
Hal tersebut disampaikan Azhari saat membuka kegiatan Peningkatan Kualitas SDM Kehumasan yang dirangkaikan dengan Anugerah Karya Humas Aceh (KHA) 2026.
Menurutnya, perkembangan media digital saat ini membuat arus informasi bergerak sangat cepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi humas dalam menjaga citra lembaga sekaligus memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan terpercaya.
“Apalagi saat ini kita menghadapi tantangan besar berupa maraknya berita hoaks dan disinformasi yang menyudutkan Menteri Agama maupun Kementerian Agama. Informasi yang tidak benar sangat mudah menyebar di media sosial dan ruang digital,” ujarnya.
Azhari menegaskan, humas tidak boleh bersikap pasif menghadapi berbagai informasi yang menyesatkan. Menurutnya, humas harus mampu bergerak cepat, cermat, dan bijak dalam memberikan klarifikasi kepada masyarakat.
“Karena itu, humas harus menjadi garda terdepan dalam meng-counter hoaks dan meluruskan informasi yang tidak benar. Kita harus menghadirkan narasi yang menenangkan, data yang valid, serta komunikasi yang santun dan profesional,” katanya.
Selain kegiatan peningkatan kapasitas, acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan Anugerah Karya Humas Aceh (KHA) 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada insan humas yang aktif menyebarluaskan program Kementerian Agama.
Penghargaan diberikan dalam tiga kategori, yaitu Kontributor Website Terbaik, Media Sosial Terbaik, dan Kemenag Informatif. []












