Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue menggerakkan seluruh jajaran dalam Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) yang digelar serentak di 22 masjid dan meunasah di seluruh kecamatan, Senin, 10 Agustus 2026. Aksi sosial keagamaan ini menjadi bagian dari agenda nasional Kemenag RI dalam menyemarakkan HUT RI ke-81 dan Peaceful Muharram 1448 H.
Kegiatan ini bergerak masif hingga ke pelosok kecamatan melalui integrasi jajaran KUA dan madrasah setempat. Untuk tingkat kabupaten, tim Kantor Kemenag Simeulue memusatkan aksi gotong royong di tiga lokasi utama, yakni Masjid Agung Tgk. Khalilullah, serta Masjid At-Takrim dan Meunasah As-Shaffat yang berlokasi di Desa Amaiteng Mulia.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue, Nashrullah, menegaskan bahwa Geber Mas di Simeulue dirancang bukan sekadar aksi seremonial semata, melainkan langkah nyata menghadirkan keteladanan ASN Kemenag di tengah masyarakat.
“Masjid adalah ruang paling strategis dalam membangun peradaban dan karakter umat. Di sinilah nilai-nilai agama, kebersamaan, dan kepedulian sosial kita semaikan. Merawat masjid berarti kita sedang merawat masa depan kehidupan umat. Saya berharap seluruh jajaran menjadikan ini sebagai bentuk konsistensi pelayanan dan pengabdian kita,” tegas Nashrullah.
Pelaksanaan di lapangan berjalan solid di bawah koordinasi lintas seksi. Plh. Kepala Kantor Kemenag Simeulue, Abusmar, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif 9 KUA serta jajaran madrasah negeri dan swasta di seluruh kecamatan. Ia menjelaskan bahwa meski aksi digelar secara serentak, pelayanan publik di Kantor Kemenag, KUA, maupun madrasah tetap berjalan normal.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Simeulue, Fauzan, menyoroti peran vital KUA sebagai pilar terdepan pembinaan kemasjidan. Keterlibatan aktif para Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam dalam aksi ini merupakan bagian dari langkah strategis memperkuat kehadiran Kemenag di tengah basis warga.
“Melalui Geber Mas, kita makin memantapkan peran KUA dan Penyuluh Agama Islam untuk selalu hadir mendampingi BKM serta masyarakat. Fokus kita adalah memastikan fungsi keagamaan, sosial, dan kemakmuran masjid berjalan optimal di setiap wilayah,” ujar Fauzan.
Aksi yang turut dihadiri Kasubbag TU, Para Kasi, Kepala KUA, Kepala Madrasah, ASN Kemenag, siswa/siswi Madrasah, hingga Pengurus Masjid dan warga lokal ini menjadi bukti nyata bahwa batas wilayah kepulauan tidak menyurutkan semangat Simeulue untuk menyukseskan agenda nasional.












