Idi (Irfan) - Di awal tahun 2023, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur melalui Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) melaksanakan kegiatan rapat koordinasi bersama dengan para Kepala Madrasah Tingkat RA,MI,MTs dan MA Negeri dan Swasta se-Aceh Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Meeting Room Kemenag Aceh Timur pada Senin 9 Januari 2023 dihadiri pula oleh Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur H.Salamina,S.Ag,MA, Kasi Penmad Saiful Bahri S.Pd,M.Pd, Bendahara, dan Operator madrasah, serta para JFU di Seksi Penmad.
Kakankemenag Aceh Timur dalam sambutan dan arahannya meng instruksikan kepada Kepala Madrasah agar memastikan kepada dewan guru untuk megisi SIMPEG 5. Dikarenakan jika tidak diisi SIMPEG 5 dan MySAPK maka akan berimbas Kepada PNS itu saat memasuki masa pensiun.
"Maka dari itu Kakankemenag meyampaikan dengan istilah SIMPEG 5 itu fardu 'ain bukan fardhu kifayah, karena ini adalah sebuah kewajiban yang terpundak di atas setiap PNS," tamsilnya.
Lebih lanjut H.Salamina mengatakan SIMPEG 5 harus diisi secara mandiri dan wajib diinput data-data kita secara hati-hati agar tidak terjadi kesalahan data.
"Kita harus sukseskan kebijakan kepegawaian ini, karena ini adalah sawah kita maka untuk diurus dipelihara sendiri dengan sebaik-baiknya,” ujar H.Salamina.
H.Salamina meminta Kepada Kepala Madrasah agar mempercepat serapan anggaran, bahkan Kakankemenag meyampaikan, ketika Bapak/Ibu mengambil DIPA, pastikan anggaran BOS itu cukup apa tidak, kalau memang cukup laksanakan. Kalau memang belum buat laporan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur.

H.Salamina kembali mengintruksikan, madrasah harus membuat rencana pelaksanaan anggaran, misalnya ada pengadaan Buku, Rehab Madrasah, itu harus dipercepat.
"Kemudian bapak/ibu wajib berhati-hati mengusulkan anggaran yang kurang, misalnya kita perlu Rp200 juta karena salah dalam pengetikan 0 maka jadi 2 milyar. Karena nantinya akan berinbas besar, kenapa karena mau kita laksanakan tak bisa dikarena anggaran tersebut tidak kita butuhkan," ujar H.Salamina.
"Dikarenakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mengingatkan, memasuki bulan Juli serapan anggaran harus sesuai target, yakni 75 persen. Hasil penyerapannya tidak boleh mengorbankan kualitas output dan outcomenya," ulang H.Salamina.
Seterusnya Kakan mengutip bahasa Menteri Agama RI yaang mengibaratkan Kementerian Agama ini adalah sebuah gerbong kereta api yang berjalan bersama-sama bergerak di waktu yang sama dan sampai di tempat yang sama, serta kereta api ini tidak mengambil penumpang di tengah jalan. Bahasa lain Kakankemenag meminta maaf barang siapa yang tidak sanggup bekerja sama, yang dalam satu komando silahkan meyingkir.
Masih di tempat yang sama, H.Salamina mengatakan di tahun politik ini harus berhati-hati, jangan gunakan madrasah untuk berpolitisasi, kita harus netral.
Lebih lanjut mantan Kakankemenag Aceh Utara dan Kakankemenag Aceh Tamiang ini, meminta agar madrasah harus berprestasi dalam hal apa pun.
Terakhir H.Salamina mengutip sebuah tamsilan, pekerjaanku adalah ibadahku. Mari kita tingkatkan pekerjaan kita sehingga setiap pekerjaan itu mengadung nilai ibadah. Rasul SAW mengatakan, barang siapa yang sudah di embankan sebuah amanah, lalu amanah tersebut meyangkut urusanku dan dia melancarkan orang lain maka Allah lancarkan segala urusannya dan juga sebaliknya," pungkas H.Salamina.[y]











