Berita

Guru RIAB Dilatih Baca Kitab Kuning Metode Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri

Muhammad Yakub Yahya
Muhammad Yakub Yahya
Author•08 November 2026
Guru RIAB Dilatih Baca Kitab Kuning Metode Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri

Sebanyak 50 guru Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) mengikuti Pelatihan Kitab Kuning Metode Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad, 7-8 November 2026, digelar di Mini Theater Iskandar Muda LAN RI Aceh.

Kegiatan yang dilaksanakan sehari setelah acara pembinaan dengan Wakil Menteri Agama (Wamenag) ini merupakan bentuk kerja sama antara RIAB dengan Pondok Pesantren Sidogiri, Jawa Timur.

Acara di LAN (Jalan Dr Mr Teuku Haji Muhammad Hasan, Lamcot Kec Darul Imarah, samping Kejati Aceh) ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Drs H Azhari MSi.

Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan RIAB.

"Ini sebuah terobosan yang luar biasa, adanya metode baca kitab kuning secara praktis tapi tetap tidak menghilangkan substansinya. Penguatan bahasa Arab harus dikuatkan dengan ilmu alatnya, agar tidak bermasalah dalam pengistinbatan hukum," ujar Azhari.

Pembukaan turut dihadiri antara lain Ketua Harian Yayasan RIAB, Hj Khairiah Elida S, dan Sekretaris Yayasan RIAB H Khairul Azhar MSi.

"Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan para guru dalam membaca kitab kuning secara praktis, cepat, namun tetap menjaga substansi ilmu alatnya," jelas Khairul Azhar yang juga Kabid Penmad Kanwil Kemenag Aceh. 

Melalui pelatihan ini, lanjutnya, diharapkan para guru RIAB mampu menguasai ilmu alat dengan lebih baik, sehingga dapat mengajarkannya kembali kepada para santri dengan metode yang lebih mudah, sistematis, dan menyenangkan.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi pelatihan oleh dua pemateri dari Pondok Pesantren Sidogiri, yaitu Gus M Rifqi Almahmudy dan Ustad Ja'far Shadiq.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Mereka dibimbing langsung untuk mempraktikkan metode Al-Miftah Lil Ulum dalam membaca dan memahami kitab kuning.

Bermotto "Mudah, Menyenangkan, Menyentuh Hati",  metode Al-Miftah Lil Ulum satu metode cepat dan praktis untuk belajar membaca kitab kuning serta memahami ilmu Nahwu dan Sharaf tingkat dasar, yang digagas oleh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Jawa Timur.
 
 
Metode ini dikembangkan pada sekitar tahun 2010 oleh Tim Batartama (Badan Tarbiyah wa Ta'lim Madrasy) atas inisiatif Ahmad Qusyairi Ismail sebagai solusi agar santri mampu membaca dan memahami kitab klasik (seperti Fathul Qarib