Implementasi Ekoteologi, Pembimas dan Umat Buddha Laksanakan Penuangan Eco Enzyme

Muhammad Yakub Yahya
Muhammad Yakub Yahya
Author11 Mei 2026
Implementasi Ekoteologi, Pembimas dan Umat Buddha Laksanakan Penuangan Eco Enzyme

Sebagai bagian dari pengimplementasian program ekoteologi serta menyemarakkan rangkaian Vesakha Sanada 2570 BE Tahun 2026, Pembimas Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kemenag Aceh laksanakan penuangan eco enzyme pada aliran sungai di kawasan Taman Putroe Phang, Minggu, 10 Mei 2026.

Pembimas Buddha, Suwarno SAg MPd dan umatnya gelar aksi sosial ramah lingkungan, yang masuk salah satu program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui aksi nyata pelestarian alam. 

"Kita mengajak seluruh umat Buddha untuk terus berkontribusi secara aktif dan positif dalam mewujudkan kedamaian dunia. Salah satunya melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan yang berjalan seiring dengan pengamalan nilai-nilai keagamaan," ujar Suwarno, di sela-sela aksi dalam taman arah selatan Kanwil Kemenag Aceh ini. 

Suwarno menegaskan, bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari implementasi program ekoteologi yang merupakan salah satu program prioritas Kemenag, tapi juga menjadi sarana memperkuat silaturrahmi dan kebersamaan umat Buddha lintas organisasi dan tempat ibadah. 

Koordinator kegiatan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Provinsi Aceh menjelaskan, bahwa gerakan eco enzyme diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah organik rumah tangga, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. 

Disampaikan Pembimas, dalam pelaksanaan aksi, Yayasan Buddha Tzu Chi Provinsi Aceh ditunjuk sebagai koordinator kegiatan dengan melibatkan berbagai unsur umat Buddha di Kota Banda Aceh. 

Di antara yang berpartisipasi dalam kegiatan di taman yang mengalir anak sungai ini, dekat Gunongan ini, Majelis Buddhayana Indonesia, Majelis Niciren Shoshu Buddha Dharma Indonesia, Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha, serta Pengurus Vihara dan Cetiya.

Aksi juga selain menjaga lingkungan, jadi ajang keharmonisan dan keakraban sesama. Tim menfasilitasi aksi dengan sejumlah galon dan drum cairan, dan alat lainnya. 

Eco enzyme, cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik, seperti kulit buah dan sayuran, gula merah atau molase, serta air yang difermentasi selama kurang lebih tiga hingga enam bulan. 

Di antara manfaatnya, sebagai pembersih alami, pupuk organik, pestisida alami, hingga membantu proses penguraian limbah organik pada saluran air.[]

Layanan
harkitnas26
iduladha26
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh