Banda Aceh (Inmas)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh dijadwalkan hari ini akan membuka Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Aceh Tahun 2019 di Asrama Haji, Banda Aceh.
Kepastian tersebut disampaikan Kabid Penmad Drs H M Idris MPd didampingi didampingi Kasi Kesiswaan, Dra Qadriah MPd di Banda Aceh, Rabu (14/8) pagi.
"Untuk pembukaan, insya Allah akan dilaksanakan Rabu sore, Bapak Kakanwil yang akan membuka langsung, untuk kompetisinya pada tanggal 15 Agustus 2019 secara serentak se Indonesia," ujar M Idris.
Dikatakannya, Sistem pada KSM berbasis komputer, yaitu Computer Based Test (CBT). Lokasi pelaksanaan tes di beberapa madrasah di kota Banda Aceh, yaitu MAN 1, MAN 2, MTsN 1, MTsN 2, MTsN 4.
"Pesertanya adalah siswa madrasah dan sekolah dari seluruh kabupaten kota di Aceh, jumlah peserta 531 siswa," ucap Idris.
Ia menjelaskan bidang studi yg di ujikan ada 11, yaitu, tingkat MI: Matematika terintegrasi & IPA terintegrasi, tingkat MTS: Matematika terintegrasi, IPA terpadu terintegrasi, IPS terpadu terintegrasi, tingkat MA : Matematika terintegrasi, Fisika terintegrasi, kimia terintegrasi, biologi terintegrasi, ekonomi terintegrasi, geografi terintegrasi.
Menurut Idris, disebut terintegrasi karena soal-soal sains yg diujikan diintegrasikan dengan konsep keislaman, sesuai dengan masing-masing bidang studi.
Kompetisi Sains Madrasah merupakan ajang kompetisi bakat dan minat di bidang sains antar siswa madrasah di seluruh Indonesia. Pelaksanaannya dibuat berjenjang mulai dari tingkat satuan pendidikan (madrasah), kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Melalui KSM diharapkan kompetisi ini mampu mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang sains sehingga menjadi manusia yang mencintai bidang keilmuan dan mampu berkompetisi di tingkat internasional.
Sebelumnya, pagi tadi Kakanwil juga membuka kegiatan pembinaan Deradikalisasi dan Counter Radikalisasi yang digelar di Grand Permata Hati Hotel, Banda Aceh. Dilanjutkan menerima kunjungan silaturrahmi Kepala Perwakilan Ombudmans Aceh Dr H Taqwadin SH dan staf di ruang kerjanya.[]











