Empat Siswa MTsN 1 Banda Aceh Wakili Aceh di Ajang Nasional

Khusna Munawwarah
Khusna Munawwarah
Author16 September 2026
Empat Siswa MTsN 1 Banda Aceh Wakili Aceh di Ajang Nasional
Ghaisan Ahmad Anaqi dan Tsamera Naira Aqila peraih Juara 2 dan Juara 3 OBA tingkat Provinsi Aceh dan Nafisah Zidaputri dan Aysha Xaviera Al Rescha, siswa kelas IX-2, yang menembus final OPSI

Empat peserta didik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banda Aceh bersiap membawa nama Aceh ke ajang tingkat nasional. Dua siswa melaju ke final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Nasional 2026, sementara dua lainnya terpilih sebagai wakil Aceh pada Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Banda Aceh, Salman, Kamis, 17 September 2026. Ia menyampaikan selamat kepada para siswa, guru pembimbing, kepala madrasah, dan seluruh keluarga besar MTsN 1 Banda Aceh.

Menurut Salman, capaian tersebut menunjukkan beragamnya potensi peserta didik MTsN 1 Banda Aceh. Peserta didik madrasah di Kota Banda Aceh, kata dia, mampu berkembang dalam berbagai bidang dan bersaing di tingkat nasional.

Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi semakin banyak peserta didik untuk berani mengembangkan potensi, berkarya, dan mengikuti kompetisi sesuai bidang yang diminati.

Nafisah Zidaputri dan Aysha Xaviera Al Rescha, siswa kelas IX-2, berhasil menembus final OPSI melalui penelitian di bidang teknologi. Sementara Ghaisan Ahmad Anaqi dan Tsamera Naira Aqila meraih Juara 2 dan Juara 3 OBA tingkat Provinsi Aceh sekaligus mengamankan tiket menuju kompetisi tingkat nasional.

Pada OPSI, Nafisah dan Aysha menjadi dua dari 20 finalis bidang Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT) jenjang SMP/MTs/sederajat. Keduanya berhasil melewati tahapan seleksi yang diikuti 820 tim yang mengunggah laporan akhir penelitian.

Mereka mengembangkan EduSecure IoT, sebuah konsep smart room sekolah berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini mengintegrasikan teknologi pengenalan wajah, pemantauan okupansi ruangan, serta pengelolaan penggunaan energi.

Prototipe tersebut dikembangkan melalui serangkaian pengujian, perbaikan, dan penyempurnaan dengan pendampingan guru pembimbing, Nurmahni Harahap dan Rizka Anggia Dinda.

Perjalanan menuju final berlangsung melalui proses yang tidak singkat. Nafisah dan Aysha harus membagi waktu antara pembelajaran, pembinaan, dan pengembangan prototipe. Mereka juga belajar secara mandiri mengenai sensor, *coding*, hingga aspek keamanan sistem, kemudian melakukan revisi dan pengujian berulang untuk menyempurnakan penelitian.

“Yang paling menonjol dari Nafisah dan Aysha adalah kemauan mereka untuk belajar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kendala. Mereka mampu bekerja sama, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan berusaha mencari solusi ketika menemukan permasalahan,” ujar Nurmahni.

Sementara itu, Ghaisan dan Tsamera menempuh jalur prestasi melalui Bahasa Arab. Keduanya meraih Juara 2 dan Juara 3 Olimpiade Bahasa Arab tingkat Provinsi Aceh setelah menjalani pembinaan secara bertahap dan intensif.

Pembinaan dilakukan melalui penguatan kemampuan Bahasa Arab, penguasaan kosakata, latihan soal, simulasi kompetisi, serta evaluasi secara berkala. Guru Bahasa Arab sekaligus pembimbing, Tarbiati, turut mendampingi keduanya dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Menurut Tarbiati, kesungguhan dan kedisiplinan menjadi kekuatan utama Ghaisan dan Tsamera selama mengikuti pembinaan. Keduanya memiliki karakter berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan kemauan belajar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi materi yang sulit.

“Ghaisan dan Tsamera memiliki karakter yang berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan semangat belajar dan tanggung jawab. Mereka terus berusaha memperbaiki kekurangan dari latihan sebelumnya,” ujarnya.

Bagi keempat siswa, kesempatan menuju tingkat nasional bukan sekadar tentang kompetisi. Nafisah dan Aysha melihatnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan karya anak-anak Aceh melalui riset teknologi. Sementara Ghaisan dan Tsamera menjadikan keberhasilan melaju ke tingkat nasional sebagai motivasi untuk terus belajar dan memberikan kemampuan terbaik.

Pada final OPSI, Nafisah dan Aysha akan mengikuti kompetisi secara luring di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 24–30 September 2026. Presentasi dan expo penelitian dijadwalkan berlangsung pada 26–27 September, sedangkan pengumuman pemenang pada 29 September 2026.

Sementara itu, Ghaisan dan Tsamera melanjutkan persiapan menuju OBA tingkat nasional. Keempat peserta didik tersebut kini bersiap membawa nama Aceh melalui dua bidang berbeda, riset teknologi dan Bahasa Arab. []

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh