[Bireuen | Najib Zakaria] Saat menerima rombongan Kemenag Bireuen, mata Rusydi terlihat berlinang air mata, rambutnya acak acakan, dia menyalami satu persatu angota rombongan yang baru turun dari mobil, di sana terlihat Kepala Kankemenag Drs H. Maiyusri, Kasubbag TU Ismuar, Penyelenggara zakat T Mursal SHI, MH, Ketua Gugus MI peusangan Darwati dan arsiparis Ilham.
Kedatangan rombongan kemenag untuk melihat kondisi rumah dan menyerahkan santunan untuk Rusydi, guru MTsN Gandapura yang terbakar hari Senin (16/2), Maiyusri terkejut melihat rumah Rusydi rata denga tanah, kayu, peralatan dapur dan beberapa isi rumah hangus berserakan.
Saat menceritakan rumahnya dilalap si jago merah, suara Rusydi bergetar, Ibrahim sang ayah yang berdiri disampingnya tertunduk lesu mengingat kejadian kemarin, kediamannya ludes, tak ada yang tertinggal, saat kejadian Ibrahim (80) mengisahkan dirinya sedang membeli ikan di kedai terdekat, sementara Rusydi sedang melaksanakan tugasnya, mengajar.
“Saat kejadian saya sedang mengajar, tiba tiba mendapat telpon ada yang mengabari rumah saya terbakar”, kata Rusydi kepada rombongan kankemenag, Selasa (17/2).
Didampingi ayahnya, Rusydi melanjutkan, begitu sampai dirumah, dirinya tercengang melihat api yang sudah membesar, beberapa warga berusaha memadamkan api namun tidak membuahkan hasil, rumah Rusydi yang ditempati bersama istri, dua anak beserta ayahnya rata dengan tanah, tak ada yang bisa diselamatkan, kecuali beberapa karung padi.
“Dugaan saya karena listrik, karena sudah saya periksa tabung gas tidak meledak, kalau kita bilang ada anak anak main api juga tidak ada”, jelas Rusydi.Dihalaman rumah Rusydi, satu unit tenda bantuan BNPB terpasang, didalamnya terdapat sembako bantuan dari dinas terkait, bantuan masyarakat dan sanak saudaranya.
“Sekarang saya tinggal di rumah saudara, kebetulan rumah itu kosong jadi kami tempati saja dulu,” ujarnya.
Kakankemenag Kabupaten Bireuen, Drs H. Maiyusri didampingi kepala Tata usaha, H Ismuar mengucapkan rasa prihatin dan ikut berduka atas musibah yang dialami Rusydi, “Kunjungan ini merupakan bentuk kebersamaan kami untuk saling berbagi saat ada pegawai kita yang ditimpa musibah,” kata Tgk Mai. [yyy]















