Bogor (Inmas)---Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh menghadiri Rapat Koordinasi Reformasi Birokrasi Kementerian Agama Tahun 2019 di Novotel Hotel Bogor, Senin (29/7).
Rakor bertema "Sinergi Reformasi Birokrasi" diikuti oleh 211 peserta dari pejabat eselon 1 pusat, pejabat eselon 2, Kakanwil Kemenag se Indonesia.
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka kegiatan nasional tersebut.
Dalam sambutannya Menag mengingatkan ada 6 poin penting dalam menjalankan roda reformasi birokrasi.
"Poin penting yang harus diperhatikan dalam menjalankan regulasi yaitu, terkait regulasi, tata laksana, penataan sumber daya manusia," ucap Menag.
"Orang-orang sebagai aktor yang akan menjalankan program tersebut dipastikan apakah sudah sesuai kapasitas dalam menjalankan programnya," jelasnya
Kemudian, Zona integritas dan Akuntabilitas, "Khususnya dalam membuat laporan-laporan kinerja keuangan dan sebagainya harus betul-betul dapat dipertanggung jawabkan (akuntabilitas)," ujarnya.
Menag juga ingatkan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan yang harus betul-betul diperhatikan dan diperbaiki untuk pelayanan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Menag menginginkan setiap yang dilakukan setiap unit kerja agar di publish ke publik.
"Manfaatkan dengan betul sosial media, Humas harus dioptimalkan, dipublikasikan hal-hal terkait pelayanan, Kemenag memiliki 4590 satker se indonesia, apa yang dilakukan Kemenag harus diketahui oleh masyarakat dunia," rincinya.
Menag juga mengajak semua jajarannya untuk bekerja keras dan cintai lembaga.
"Bekerja tidak hanya bekerja dengan nalar, otak, wawasan, ilmu, yang terpenting bekerjalah dengan cinta, jika cinta sudah berbicara kendala apapun akan kita hadapi akan mampu terlewati, tidak ada kekuatan yang dapat mengalahkan kekuatan cinta dan Cintailah Kementerian Agama," pesan Menag.[]















