Harapan adanya tempat belajar yang lebih layak bagi anak-anak usia dini di Desa Lukub, Kecamatan Wih Pesam, perlahan mulai menjadi ada. Berkat kebersamaan dan gotong royong Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten (Kemenag) Bener Meriah, sebidang tanah akhirnya berhasil dibeli untuk pengembangan Raudhatul Athfal (RA) Semayang.
Tanah itu diperoleh melalui gerakan wakaf uang yang dihimpun secara sukarela oleh ASN Kemenag Bener Meriah. Bagi mereka, ini bagian dari kepedulian terhadap kemajuan pendidikan sekaligus investasi amal jariyah yang manfaatnya akan terus dirasakan generasi mendatang
Proses penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) dilakukan langsung oleh Kepala Kankemenag Bener Meriah, Tarmizi di ruang kerjanya, Kamis, 7 Mei 2026. Ia didampingi Kasubbag Tata Usaha, Riadiyansyah dan Kasi Pendidikan Islam, Mariani.
Tanah tersebut dibeli dari warga setempat, Tarmijan, dan nantinya akan digunakan untuk mendukung pengembangan RA Semayang agar kegiatan belajar anak-anak dapat berlangsung lebih nyaman dan memadai.
Tarmizi mengatakan, gerakan wakaf uang yang dilakukan ASN Kemenag Bener Meriah lahir dari kepedulian bersama terhadap pendidikan Islam, khususnya bagi anak-anak usia dini di daerah tersebut.
“Alhamdulillah, dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, ASN Kemenag Bener Meriah dapat mewujudkan pembelian tanah ini untuk RA Semayang. Semoga menjadi amal jariyah dan memberi manfaat panjang bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Ia berharap semangat gotong royong melalui wakaf uang dapat terus tumbuh dan menginspirasi berbagai pihak untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan pendidikan keagamaan di Bener Meriah.
Rasa syukur juga disampaikan pihak RA Semayang dan masyarakat Desa Lukub. Mereka menyambut lahan baru itu dengan penuh harapan, karena dinilai dapat membuka peluang pengembangan fasilitas pendidikan sekaligus menghadirkan suasana belajar yang lebih baik bagi anak-anak di kampung tersebut.[]












