Alternatif Lokasi Rapat, UPT Asrama Haji Ada 1 Subbag dan 2 Seksi

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author08 April 2015
Alternatif Lokasi Rapat, UPT Asrama Haji Ada 1 Subbag dan 2 Seksi

[Kanwil | Muhammad Yakub Yahya]  Di Aula Arafah Asrama Haji, dalam rapat evaluasi haji dengan pihak terkait, termasuk dengan jajaran GarudaIndonesia (5/12/2014) semasa Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Ibnu Sa’dan MPd itu, mulai tersosialisasikan bahwa Asrama Haji Embaraksi Aceh mejadi UPT (Unit Pelaksana Teknis).

Asrama Haji Aceh, sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 44 Tahun 2014, menjadi UPT Asrama Haji Aceh. Pejabat yang melaksanakan UPT itupun dilantik serentak se Indonesia, siang Selasa (31/3). “Kini pejabatnya pun mejadi Pegawai Kemenag RI,” jelas H A Rani, salah satu Kasubbag yang dilantik sesuai PMA itu, saat menyahuti maksud audiensi Tim Setjen DPR RI ke Kanwil Selasa pagi (7/4).

Dalam pelanikan di ujung bulan lalu, selain Kepala UPT Asrama Haji, Drs H Taufiq Abdullah, dilantik pula satu Kepala Sub Bagian (Kasubbag) dan 2 Kepala Seksi.    

Adapun Kasubbag dan Kasi pendamping Pak Taufiq ialah, H A Rani SH sebagai Kasubbag Administrasi dan Keuangan, Hj Nurlina SE sebagai Kasi Pelayanan, dan H Zulfadli SE sebagai Kasi Kerjasama.

Pak Rani (yang dua kali sudah ke Makkah), Bu Nurlina, dan Pak Zulfadli, sebelumnya staf di Kasi-kasi Bidang PHU Kanwil Kemenag Aceh.

Selasa 10 Jumadil Akhir 1436 H, usai zhuhur, Dirjen PHU (Penyelenggaran Haji dan Umrah) Kemenag RI, Prof DR H Abdul Djamil MA, melantik Pejabat UPT Eselon III b dan Eselon IV b pada Asrama Haji se-Indonesia, di Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Hadir dalam pelantikan tersebut, semua pejabat eselon II Ditjen PHU, Kabiro Kepegawaian Mahsusi, serta Kakanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jatim.

Alternatif Lokasi Rapat

Usai melantik Dirjen sampaikan, “Dengan beradanya bapak/ibu di sini, maka, pengelolaan asrama haji, kini berada di tangan bapak/ibu semua. Silahkan, tawarkan asrama haji ke masyarakat luas. Tapi, dengan catatan, harus dipertanggungjawabkan administrasinya, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.”

Djamil melihat, Asrama Haji diijinkan merevitalisasi dirinya sendiri, sebatas tidak melenceng dari aturan yang ditetapkan. Menurutnya, dalam mengelola asrama haji, akan ada tantangan dan peluang.Ke depan, mantan rektor IAIN Semarang ini berharap asrama haji mampu menjadi bagian dari aktivitas untuk memperoleh pendapatan negara bukan pajak.

Dikatakan Djamil, pelantikan para pejabat eselon 3 dan 4 pada UPT Asrama Haji ini menandai era baru pengelolaan asrama haji di seluruh wilayah Indonesia, utamanya asrama haji yang telah direvitalisasi oleh Pemerintah.Meski demikian, Djamil mengingatkan, bahwa kualitas pelayanan Asrama untuk para jamaah haji, tetap prioritas.

“Asrama haji adalah tulang punggung dalam proses embarkasi dah debarkasi jamaah haji kita. Dan mau tidak mau, di samping kualitas fisik lebih baik, maka pelayanan harus lebih baik. Aspek-aspek seperti Akomodasi, Sanitasi, pelayanan yang ramah dan lain sebagainya harus prioritas,” tegas Djamil dalam pelantikan.

Revitalisasi asrama haji, lanjut Djamil, menghabiskan dana yang cukup besar.Untuk itu, harus dibarengi dengan sebuah pemenuhan amanah yang serius dan komprehensif. Ke depan, guru besar IAIN Walisongo ini meminta kerja keras pengelola asrama haji agar  stigma bahwa asrama haji adalah tempat pelayanan alakadarnya hilang.

“Sekarang lah, saatnya kita berubah dengan memberikan yang terbaik, dan meningkatkan kualitas layanan, baik kepada jamaah haji, maupun kepada masyarakat umum yang memanfaatkan asrama haji. Selamat bertugas, dan pergunakan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pesan Djamil serius.

Kini Asrama Haji Aceh juga jadi salah satu UPT (Unit Pelaksana Teknis). Dan yang dilantik jadi Kepala UPT Asrama Haji Aceh, akhir bulan lalu ialah Drs H Taufik Abdullah, mantan Kakankemenag Kota Sabang dan sekaligus mantan Kakankemenag Kota Lhokseumawe. Sebelum Kakankemenag, H Taufik juga Kabag TU Kanwil.

Dengan jadinya asrama haji menjadi UPT asrama haji tidak lagi di bawah Bidang Haji dan diharapkan pelayanan bagi jamaah dan sarana dan prasarana akan lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Dirjen PHU melihat bahwa kebijakan Pemerintah Pusat yang melarang PNS untuk menyelenggarakan rapat, seminar dan lokakarya di Hotel, merupakan peluang yang bisa ditangkap oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji untuk menawarkan Asrama Haji sebagai alternatif solusi.

“Asrama Haji bisa menjadi tempat alternatif penyelenggaraan rapat, seminar dan lain sebagainya karena Asrama Haji kini lebih, sejalan dengan usaha Pemerintah yang merevilitasi Asrama Haji,” terang Djamil.

Transit Kapai Garuda

Dalam rapat evaluasi dulu itu yang dihadiri Kasubbag Inmas H Akhyar MAg juga, General Manager branc Banda Aceh Nano Setiawan mengatakan bahwa secara keseluruhan penerbangan jamaah haji sebelumnya, berjalan sukses, moga juga tahun ini.

Bahwa tahun ini tidak hanya jamaah haji Aceh saja yang menjadi tanggungjawab Garuda Indonesia. Namun juga kapai (pesawat) Garuda yang transit (technical landing) dari Lombok dan Banjarmasin.

Tahun 2015 ini tambah pak Nano, insya Allah Bandara SIM akan di singgahi pesawat haji untuk “technical landing” dari embarkasi Solo Jawa Tengah yang berjumlah 71 kloter.

[Foto: Sebelum meneken pakta pejabat membaca dulu; Pak Rani, Bu Lina, dan Pak Zul dari UPT Asrama Haji Aceh, bersama jajaran UPT dari UPT Asrama Haji Sumut; foto: A Rani]

Layanan
harkitnas26
iduladha26
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh