[Kanwil | Muhammad Yakub Yahya] Di halaman tengah Kanwil Kemenag Aceh (Jalan Abu Lam U, timur Taman Sari), lantunan himne, mars dan sejumlah lagu kepramukaan, yang diperlombakan dalam Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) menggema, dan syahdu.
Membahana pula Yel-yel Pramuka, oleh 27 peserta dan pendamping, dari Kontingen Aceh. Riuhan, bersamaan dengan sirine mobil pemadam yang lalu lalang kawasan Taman Sari, untuk membawa air buat menjinakkan api di Shimbun Sibreh (depan Masjid Raya Baiturrahman) yang terbakar sejak mentari terlihat ke Kota Banda Aceh (10/5).
Kakanwil Kemenag Aceh Drs HM Daud Pakeh, usai menutup Rakor RKA-SK (Rapat Koordinasi Rencana Kerja Anggaran Satker) Kemenag 2016 di Hotel HelmesPalace, langsung melepaskan kontingen dan serahkan bendera kontingen pada Ketua Pinkonda (Pimpinan Kontingen Daerah) Aceh, M Chairul Saleh SAg, staf di Bidang Penmad Kanwil.
Kakanwil harapkan, pada kontingen dari siswi RIAB (2 siswi), siswi MAN Model Banda Aceh (4 siswi), siswa MAN Meulaboh (8 siswa), dan siswi MAN Montasik (2 siswi), dan unsur Kawarda Aceh itu, agar tetap semangat, meski latihan sangat singkat.
“Pramuka sekarang jadi ekskul madrasah. Maka ke depan kita akan gelar even kepramukaan di Aceh, dan kami sudah perintahkan Kasubbag Perencanaan dan Keuangan untuk pengalokasian ini…,” janji Kakanwil, di hadapan para Kepala MA yang siswanya ikut kontingen, juga ada yang mewakili Kabid Penmad (Pendidikan Madrasah) Drs Idris MPd.
“Saya sudah sampaikan saat menutup Rakor RKA SK tadi, moga 2016, Porseni dan Ekspo bisa bersamaan dilakasanakan dengan agenda kepramukaan, yang selama ini di Aceh seakan vakum,” ulang Kakanwil yang juga berangkat bersama juga ke Magelang. Selam ini memang ada even kepramukaan misalnya di Bireuen baru-baru.
Dan kontingen menuju Bandara SIM, usai pelepasan yang rombongan diketuai Kharul Azhar SAg (Kasi Kesiswaan di Bidang Penmad), dan pembacaan doa oleh staf Inmas (Muhammad Yakub Yahya).
Kontingen menuju Jakarta, dan langsung ke Magelang via Yogyakarta dulu.
Rencana Senin (11/5), Menteri Agama RI, Drs H Lukman Hakim Saifuddin membuka PPMN yang diselenggarakan untuk pertama kalinya, 11-15 Mei 2015 di Lapangan Tembak Akademi Militer Plempungan, Magelang, Jateng.
Acara pembukaan itu juga dihadiri Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka DR Adiyaksa Dault, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, Gubernur Akademi Militer Magelang Mayjen TNI Sumardi dan beberapa pejabat lainnya.
Direktur Pendidikan Madrasah, Prof Dr Phil HM Nur Kholis Setiawan MA, yang juga Panitia, mengatakan PPMN ini merupakan penerapan dari Kurikulum 2013 (K-13) yang mengamanatkan pengintensifan kegiatan Pramuka di setiap sekolah, termasuk madrasah.
Sedikitnya 1.290 orang anggota Pramuka ikut serta dalam perkemahan MA perdana ini, juga sekitar 20 dari Aceh.
Kendati demikian, Nur mengatakan pihaknya masih menyelenggarakan PPMN ini terbatas untuk siswa Pramuka golongan penegak atau sekolah tingkat madrasah ‘aliyah.
Ke depannya, kata dia, Kemenag akan memperbanyak peserta ke tingkat dasar dan menengah dalam hal ini madrasah ibtidaiyah dan madrasah tsanawiyah.Pelaksanaan perkemahan itu sendiri dipilih untuk diselenggarakan pada pertengahan Mei tahun ini dengan alasan agar siswa MA yang baru menyelesaikan Ujian Nasional 2015 lulus tetap dapat berpartisipasi.
“Ini juga bentuk penghargaan bagi siswa yang baru menyelesaikan UN dan telah diwisuda. Mereka bisa ikut,” katanya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan acara ini juga memiliki tujuan untuk menanamkan nilai- nilai nasionalisme serta pemahaman keagamaan yang terbuka, damai dan toleran.Kegiatan perkemahan di antaranya sholat lima waktu berjamaah, kuliah tujuh menit, tadarus Al Quran, shalat dan dzikir malam (qiyamullail) dan pengajian. Selamat…. [inmas]













