[Debarkasi Aceh | Yakub/Amwar/Ahsan] Dengan ketibaan Kloter 7, pada shubuh Selasa (4/11), berarti sudah sejumlah 3.062 jamaah haji, asal Aceh (Kloter 1 sampai Kloter 7-BTJ), tiba ke Serambi Makkah dari Makkah.
Dengan ketibaan Kloter 6 (Senin, 3/11), jamaah haji yang telah sampai ke Aceh sebanyak 2.625. Ditambah dengan jamaah Kloter 7 (437 jamaah), berarti sudah 3.062 jamaah (1.221 laki-laki dan 1.841 perempuan), yang tiba.
Kedatangan haji-hajjah via Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang Aceh Besar itu, ada yang siang dan ada yang dini hari (Kloter 5, 6 dan 7), atau paginya.
Selanjutnya, jamaah dari Embarkasi Haji Aceh, 127 jamaah lagi, yang bergabung dengan kelompok terbang campuran (Kloter 8), akan tiba pukul 06.00 WIB (Kamis 6/11), menurut keterangan Kasubbag Inmas Kanwil Kementerian Agama Aceh, H Akhyar MAg (Humas Debarkasi Haji Aceh). Jadi, Rabu (5/11) tidak ada kedatangan ke Aceh.
Jamaah campuran itu, berangkat pada Ahad (28/9), berasal dari Embarkasi Aceh, Lombok, dan Makasar. Insya Allah akan meninggalkan Jeddah sekira pukul 22.00 WIB (Rabu 5/11), dan tiba sekira pukul 06.00 WIB.
Artinya, jamaah yang diketuai Drs H Amrun Saleh MA itu, terbang sekitar pukul 17.00 WAS (Rabu 5/11) dan tiba sekitar pukul 01.00 WAS (Kamis 6/11).
Saat berangkat 38 hari lalu, setidaknya ada sejumlah kloter yang teknis pemberangkatannya dilakukan dengan cara digabung. Proses penggabungan itu sendiri sudah diatur bersama dengan PT Garuda Indonesia.
Untuk 127 jamaah kloter 8 Embarkasi Aceh (BTJ-08). Kloter 8 Aceh, bergabung bersama 118 jamaah haji kloter 12 Embarkasi Lombok (LOP-12), dan 157 jamaah haji kloter 27 Embarkasi Makassar (UPG-27). Mereka diterbangkan Makassar dengan GA 2108 (28/9), menuju Aceh pada 09.40 WITA. Setelah transit sebentar, mereka diberangkatkan dari bandara Aceh jam 13.55 WIB menuju Jeddah.
Setelah itu masuk ke Asrama Haji, jamaah haji undangan Raja Arab, khusus yatim berprestasi asal Aceh.
Khusus bagi Kloter BTJ 08, yang merupakan kloter ‘gado-gado’ yang mendarat di bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA), hanya berisi 379 jamaah.
Pada pukul 02.15 WAS dini hari (29/9), Jamaah haji kloter nusantara ini tiba di pemondokan yaitu Hotel Assa’awi yang terletak di kawasan wilayah Syisyah, Sektor D dengan nomor hotel D.13.
Letak hotel ini sangat dekat dengan tempat melempar jumrah, lebih kurang 500 meter dan agak sedikit jauh dari Masjidil Haram yaitu sekitar 4 km.
Sebelum tiba waktu shalat shubuh, jamaah haji Aceh langsung menuju ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah wajib dengan menggunakan bus shalawat dari syarikah SAPTCO yang berada di terminal dekat jamarat.
Saat pembagian Dana Baitul Asyi, bagi Kloter 8, khusus untuk jamaah asal Aceh, sempat dipantau Wagub Aceh, Mualem (H Muzakir Manaf). Wagub Aceh berangkat dalam Gelombang II juga, via Jakarta.
Saat itu, Selasa (30/9), sebelum zhuhur, semua Kloter asal Aceh peroleh Dana Baitul Asyi. Penyerahan dana kompensasi dari Baitul Asyi, juga dilakukan Petugas dari Baitul Asyi dengan mendatangi langsung hotel tempat para jamaah haji tersebut menginap selama di Mekkah.
Sebelumnya, pembagian uang yang dibagi langsung oleh pengurus Baitul Asyi, misal untuk Kloter 5 pada pagi Ahad (28/9), berjalan lancar dan tertib. Diawali dengan Penyampaian taushiyah yang didampingi dan diterjemahkan oleh Abu Mekkah dan Abi Paya Pasi sebagai utusan dari pemerintah Aceh… [satria ahmad/murdani/yyy/xcn]















