Banda Aceh (Inmas)---Sebanyak 60 santri dari 2 pondok pesantren di Provinsi Aceh, Minggu (25/3) mengikuti wisuda di gedung Sultan Salim Banda Aceh.
30 santri tersebut berasal dari Mataqu Utsman Bin Affan Lhokseumawe dan 30 santri dari Ashabul Yamin Al-Aziziyah Paya Bakong Aceh Utara.
Mereka telah menyelesaikan program studi paket khusus bahasa Arab dengan program belajar 90 hari, merupakan program pembelajaran terbaru yang di gagas oleh Darul Lughah Al-Arabiyah.
Wisuda angkatan pertama ini dihadiri Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, Drs H M Daud Pakeh sekaligus melaunching Yayasan Darul Lughah Al-Arabiyah Aceh.
Dalam sambutannya Kakanwil mengatakan bahwa bahasa Arab secara resmi digunakan oleh 22 negara dan salah satu bahasa resmi di gunakan di Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Bagi umat Islam bahasa Arab adalah bahasa yg paling utama karena Khatimul Ambiya Muhammad SAW diturunkan dengan kitab suci (A-quran) berbahasa Arab, dan bahasa yang tertua di dunia dan di gunakan oleh para Nabi dan Rasul, sekaligus kelak digunakan oleh para ahli surga," ujar Kakanwil.
Kakanwil juga mengapresiasi pimpinan Darul Lughah Al-Arabiyah yang telah mengambil peran dengan metodelogi baru dalam sistim belajar bahasa arab (program 90 hari bisa berbahasa arab).
Menurut Kakanwil ini suatu proyek perubahan yang luar biasa, sehingga melalui proses pembelajaran 3 bulan hari ini dapat mewisudakan 60 wisudawan dan wisudawati.
Darul Lughah Al-Arabiyah adalah Lembaga Pendidikan Bahasa Arab di Aceh yang baru berdiri sejak tanggal 28 Oktober 2016 dan telah menghasilkan 27 orang yang telah mengkhatam dan hafiz Alquran 30 jus.
"Kami akan melaporkan ke pemerintah Aceh agar peran mereka lebih memperhatikan pendidikan bahasa Arab ini," tambahnya.
Seperti diketahui, universitas-universitas di Arab dan Timur Tengah membuka peluang untuk anak-anak kita dengan program beasiswa di sana.
"Semoga para wisudawan bisa melanjutkan studi di Timur Tengah dengan lebih mendalami ilmu, karena dengan kita berbahasa Arab kita lebih mudah memahami isi Alquran, lebih mudah dalam beribadah dan lebih mudah berkomunikasi dengan ulama, dan memahami ajaran Islam secara benar," lanjut Daud Pakeh.
Kakanwil berharap kepada para wisudawan untuk lebih meningkatkan belajar dan kompetensi, semoga ke depan para wisudawan kelak akan menjadi guru dan tokoh agama dan masyarakat.
Kepada lembaga pendidikan Darul Lughah Al-Arabiah ini semakin berkembang ke depan dan semoga yayasan ini bisa memberikan andil yang setinggi tingginya kepada masyarakat Aceh.
Turut hadir pada wisuda itu, Syeh Abu Aiman Al-Qamary dari Juzul Qomar Afrika, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta beberapa pimpinan pondok pesantren dalam Provinsi Aceh.[]










