Tarhib Ramadan, Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Jadi Ajang Pelatihan

Muhammad Yakub Yahya
Muhammad Yakub Yahya
Author13 Februari 2026
Tarhib Ramadan, Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Jadi Ajang Pelatihan

Mari jadikan kedatangan serta rutinitas selama bulan puasa sebagai momentum pelatihan, peluang berbuat lebih baik, dan perbaiki diri.

Tentu diiringi dengan layanan umat yang tetap prima, terlayani baik di tempat kerja. 

Dan jadikan bulan Ramadan ini bisa jadi ajang pelatihan atau training tiap kita.

Misalnya jika di kantor ada kajian, dan kita belum masuk di antara daftar penceramah maka minta dimasukkan dalam daftar penceramah. 

Demikian di antara pesan Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari MSi dalam rangkaian Tarhib Ramadan yang diiringi tanya jawab, di Mushalla Al-Ikhlash, Jumat (13 Februari 2026).

"Jadi, daftarkan diri untuk jadi penceramah, jika memang belum masuk daftar penceramah," ajak Azhari. 

"Sehingga dalam satu jadwal ceramah siang, bisa saja ada dua penceramah: pertama tampil yang belum mahir, sebelum tampil penceramah yang sudah biasa berceramah," ingat Kakanwil. 

"Hari ini kita awali Tarhib Ramadan. Kajian Ramadan memang sudah kita tahu, tapi harus selalu kita ulang-ulangi. Dengan sering mengulang akan membuat kita tidak akan lupa-lupa apa yang rutin kita hafal. 

Kakanwil sampaikan, di antara tujuan tarhib, kita tingkatkan kesadaran, eratkan persaudaraan, dan jalankan aktifitas sebagaimana biasa. Layanan di kantor pun tetap berjalan meski puasa. 

Harapan kita, ikuti serius agenda Ramadan Kanwil, juga kajian siang selama puasa. Juga ikuti gotong royong massal di kantor pada Senin ini. 

Sementara penceramah, Tgk H Mursalin Basyah Lc MA dalam kajian bertema Ramadan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri) ini, mengupas poin-poin Fiqih Ramadan. 

Tarhib Ramadan ialah ikhtiar menyambut Ramadan. Apalagi tradisi ini ramai di Indonesia. 

Tarhib sebelum buan suci ini, termasuk sunnah jelang Ramadan, dari riwayat-riwayat Rasulullah SAW. 

"Inti tarhib atau peringatan yang masuk syiar yang kita praktikkan, mestinya substansi (hikmah) yang lebih penting dari hukum (fiqih)," ajaknya. 

"Semua maksud pensyariatan dalam Islam itu, ada maqashid dan ahkamnya. Termasuk puasa, ada maksud dan hukum-hukumnya," lanjut penceramah. 

Lanjut ustadz, semestinya sisi hikmah atau maksud dari tiap ibadah, lebih banyak atau seimbang dengan sisi fiqihnya. 

Kita diharapkan ada efek lebih baik, usai suatu ibadah dilakukan, termasuk hikmah berpuasa.

Ajak ustadz, pengisi kajian dan pengajian di masjid-masjid, "Jadi, kita selaku jajaran Kemenag yang akrab dengan bermoderasi, mestinya selalu ada sisi hukum dan hikmahnya."

"Di antara hikmah puasa ialah jadikan kita baik dengan Allah dan dengan makhluk. Baik dengan Allah dengan jalankan perintah dan tinggalkan larangan, serta berbaik hubungan dengan makhluk," ungkapnya. 

"Baik dengan makhluk, minimal kita tidak menyakitinya," ajak kandidat doktor ini.[]

Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh