Bireuen (Bangkit Budi Iswanjaya) -- Akreditasi madrasah adalah proses penilaian secara komprehensif terhadap kelayakan satuan atau program pendidikan. Hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengakuan dan peringkat kelayakan.
Untuk mendapatkan hasil akreditasi yang memuaskan, MIN 8 Bireuen di Geurugok, kecamatan Gandapura ditunjuk sebagai tuan rumah sosialisasi persiapan akreditasi madrasah selama dua hari, mulai hari Rabu - Kamis (20-21/1/2021).
Acara yang dihadiri 40 peserta yang berasal dari perwakilan 10 madrasah dalam gugus Gandapura ini diselenggarakan di aula MIN 8 Bireuen.
Sosialisasi dibuka pukul 09.00 WIB oleh Kepala MIN 8 Bireuen sekaligus koordinator gugus Gandapura, Drs Yusri MA. “Sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi persiapan akreditasi 2021,” ungkap Yusri dalam sambutannya.
Sejalan dengan peryataan tersebut, Hanafiah, SAg MA, selaku pengawas madrasah mengatakan bahwa sosialisasi ini diadakan guna meningkatkan kapasitas madrasah.
Selain itu, ada beberapa perubahan di kebijakan. Tahun lalu, katanya ada delapan komponen yang diuji dalam akreditasi. Sementara tahun ini hanya empat komponen saja dalam akreditasi madrasah, sebutnya.
Adanya perubahan komponen akreditasi madrasah juga ditegaskan oleh pengawas madrasah lainnya, Dra Zakiah. “Sosialisasi IASP 2020 ini dilaksanakan agar peserta dapat mengetahui komponen akreditasi terbaru yang berlaku sejak tahun 2020,” kata Zakiah dalam sambutannya.
Zakiah juga berharap bahwa dengan adanya sosialisasi ini, kapasitas madrasah lebih meningkat dan siap menghadapi akreditasi 2021.
Sementara itu, Jahallim Solin SAg MA mengungkapkan bahwa akreditasi seharusnya dilaksanakan tahun 2020. "Tetapi, seperti yang kita ketahui bersama, pandemi covid-19 yang melanda di tahun 2020, sehingga akreditasi akan dilaksanakan tahun 2021 ini," jelas Jahallim.
Oleh karena itu, tambah Jahallim, diharapkan sosialisasi ini mampu memberikan output yang berkarakter dari sisi mutu lulusannya, sistem proses, sistem mutu guru, dan managemen kepala madrasah.










