Semarak Hari Santri Nasional 2026 di Kota Subulussalam diwarnai antusiasme peserta dari 95 pendaftaran Dayah dan Balai pengajian yang mengikuti empat kategori perlombaan, yakni Fahmil Qur’an, Menggambar, Hadroh, dan Pildacil.
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 19 dan 22 Oktober 2026 ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan keagamaan, kreativitas, seni Islami, dan keterampilan berdakwah, sekaligus memperkuat peran santri dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
Ketua Panitia Bidang Lomba, Daniel Reza Fahlevi Nasution, menyampaikan bahwa keempat cabang perlombaan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi santri dan peserta didik dari dayah serta balai pengajian dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) untuk mengembangkan potensi, menunjukkan kemampuan, dan menumbuhkan semangat berprestasi.
"Pendaftar lomba Fahmil Qur’an diikuti 25 dayah, lomba hadroh 13 dayah, lomba menggambar 32 lembaga, serta lomba pildacil 25 lembaga," ungkap Daniel berdasarkan data panitia lomba. Jumlah tersebut mencerminkan partisipasi dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan dalam memeriahkan peringatan Hari Santri tahun ini.
Lomba Fahmil Qur’an dan menggambar dilaksanakan pada Senin, 19 Oktober 2026.Lomba Fahmil Qur’an berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam, sementara lomba menggambar digelar di Masjid Agung Kota Subulussalam.
Fahmil Qur’an menjadi sarana bagi para santri untuk menguji dan memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an serta wawasan keislaman. Sementara itu, lomba menggambar memberikan ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas dan imajinasi melalui karya seni.
Rangkaian perlombaan berlanjut pada Kamis, 22 Oktober 2026, melalui lomba hadroh antardayah dan pildacil antarbalai pengajian/TPA yang dijadwalkan berlangsung di lokasi upacara peringatan Hari Santri Nasional. Lomba hadroh menjadi wadah pengembangan bakat seni Islami dan kebersamaan, sedangkan lomba pildacil diarahkan untuk melatih keberanian, kemampuan komunikasi, serta keterampilan berdakwah sejak usia dini.
Daniel juga menyampaikan bahwa puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Subulussalam akan digelar pada Kamis malam, 22 Oktober 2026, di Aula Pendopo Wali Kota Subulussalam. Agenda tersebut akan diisi dengan tabligh akbar yang menghadirkan Wali Kota Subulussalam, sebagai penceramah, dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba dan peluncuran (launching) sistem data pondok pesantren.
Peluncuran sistem data pondok pesantren menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan tahun ini. Kehadiran sistem tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan data pondok pesantren secara lebih tertata dan memudahkan penyediaan informasi untuk mendukung pembinaan serta pengembangan pesantren di Kota Subulussalam.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan kontribusi santri bagi bangsa, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang berilmu, berakhlak, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sejalan dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran dayah dan balai pengajian/TPA dalam membentuk generasi yang memiliki fondasi keagamaan yang kuat, karakter yang baik, serta kemampuan untuk berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa menuju Indonesia Emas.












