Jakarta (Inmas) --- Sekretaris Ispektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Drs. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd mengapresiasi Kemenag Aceh yang cepat merespons dan menyikapi isu-isu yang belum tentu benar yang terkait dengan lembaga.
Hal tersebut disampaikannya dalam salah satu sajian materi pada Kegiatan sosialisasi Program Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Training of Trainer (TOT) Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga di Jakarta, Sabtu (10/03).
"Cepat tanggap dan responsif secara kelembagaan yang dilakukan oleh Pimpinan Kanwil Kemenag Aceh terhadap pemberitaan yang muncul, Tabayyun, memberikan penjelasan yang sebenarnya kepada masyarakat adalah cara yang bagus dan perlu di apresiasi. sehingga nama baik ASN dan lembaga juga tetap terjaga." ujar Tambrin.
Ia menyebutkan seperti berita berkembang di media massa yang terjadi di Aceh beberapa hari lalu tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap ASN Kemenag di Bireun, karena menyumbang dana untuk PHBI, yaitu maulid.
Selain itu, ia juga mengatakan Agen SPAK itu dapat berperan penting dalam menekan angka korupsi.
Karena Pencegahan Korupsi menjadi tugas dan tanggung jawab setiap warga negara Indonesia. Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai aparatur pelaksana program pemerintah adalah pihak yang mendapat perhatian khusus dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang menggunakan biaya dan anggaran negara, terkait kebijakan dan eksekusi kagiatan yang jujur dan tidak koruptif, lanjutnya.
Perempuan, termasuk didalamnya yaitu istri-istri Pejabat Negara dan istri-istri Aparatur Sipil Negara berperan penting dalam upaya pencegahan korupsi mulai dari keluarga, diharapkan ini dapat menekan tindak korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya di Kementerian Agama. bahkan secara tidak langsung perempuan agen SPAK juga menjadi pihak yang berperan besar mencegah prilaku koruptif di lingkungan keluarga dan sekitarnya.[]










