[Idi | Tgk Jamaluddin] Dalam rangka optimalisasi pemberian pelayanan kepada para stakeholder, KPKNL Lhokseumawe bersinergi dengan KPPN Langsa melakukan kegiatan rekonsiliasi satu atap Sistem Informasi Manajemen Akuntansi dan Keuangan Barang Milik Negara (SIMAKBMN) dan Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (SAKPA). Kegiatan yang dilaksanakan dari 5 sd. 9 Januari 2015 di KPPN Langsa mendapatkan sambutan dari operator SIMAKBMN satker di wilayah Aceh Timur, Langsa dan Tamiang. KPKNL membuka stand di aula KPPN Langsa.
Apresiasi datang dari Para operator SIMAKBMN. Kegiatan rekonsiliasi satu atap ini memudahkan rekonsiliasi SIMAKBMN Semester II dan tahunan tahun anggaran 2014, apa lagi bagi satker Aceh Timur yang tempat tinggalnya jauh dari lokasi rekon. “Dengan adanya pelayanan satu atap seperti ini, satker tidak perlu bolak balik KPPN ke KPKNL maupun sebaliknya jika ada data yang tidak sinkron dan perlu dikoreksi,” ujar Amri, operator MIN Tanjung Tani Ranto Peureulak Aceh Timur.
Rekonsiliasi bersama antara KPPN Langsa dengan KPKNL Lhokseumawe ini berjalan sangat lancar dan sukses. Sampai dengan akhir jadwal rekonsiliasi semester II dan tahunan untuk seluruh wilayah Kabupaten Aceh Timur, Langsa dan Tamiang dalam lingkup wilayah bayar KPPN Langsa telah melaksanakan rekonsiliasi.
Dibalik suksesnya pelaksanaan rekon, para operator SIMAKBMN mengeluhkan banyaknya update terbaru aplikasi aset tersebut, apalagi keluarnya update dalam rentang waktu yang tidak bersamaan sehingga para operator harus bolak balik ke KPPN Langsa.“Kami hari pertama sudah siap rekon, namun sore hari pada hari kedua keluar update terbaru sehingga harus kembali lagi, esoknya keluar lagi update, sehingga harus bolak balik 3 kali,” aku Nasri operator MIN Tanjung Tualang didampingi rekan yang lain seperti Ramli MIN Madat dan Aminah MTsN Kuta Baro Idi.
Dengan terjadinya hal ini mereka berharap agar kedepan pihak KPKNL dan Direktorat Kekayaan Negara lebih siap menyediakan update terbaru sebelum jadwal rekon tiba. “Mudah-mudahan kedepannya tidak terulang lagi karena ini membutuhkan dana dan tenaga akibat harus bolak-balik, apalagi kami jauh,” ujar Muzakir MIN Blang Nie Arakundo dan Ainiah MAN Simpang Ulim, Jum’at (9/1). [yyy]















