Penyuluh dinilai berhasil bukan hanya dari muatan ceramah, melainkan dinilai juga pada adanya perubahan dan dampak baiknya bagi umat dan lingkungan.
Hal ini di antara paparan Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Aceh, Dra Hj Evi Sri Rahayu MSos, dalam gelaran Penguatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagan Raya, Selasa, 14 Juli 2026.
Evi Sri Rahayu yang juga Ketua Tim Penyuluh Bidang Penaiszawa Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, melalui sajian materi: Kebijakan dan Ruang Lingkup Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Islam berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Nomor 794 Tahun 2025, harapkan bahwa penyuluh agama bukan sekedar penceramah.
Bahwa paradigma penyuluh agama, ujarnya, telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Ukuran keberhasilan penyuluh pun, menurutnya, bukan lagi seberapa banyak berceramah, melainkan sejauh mana perubahan yang mampu diwujudkan di tengah masyarakat.
Bersama Katim Penyuluh, Sekum Pokjaluh Aceh, Syahrati SHI MSi, juga bahan peserta seputar Optimalisasi Learning Management System (LMS) sebagai media peningkatan kompetensi penyuluh.
"LMS tidak sekadar platform administratif, tapi ruang belajar berkelanjutan bagi penyuluh. Selama ini banyak penyuluh kesulitan mengikuti pelatihan karena kendala jarak dan waktu, terutama yang bertugas di kecamatan-kecamatan terpencil. Dengan LMS, belajar bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu pelatihan tatap muka," imbuhnya.
Ke depan, digambarkan Sekum, profesionalisme penyuluh akan sangat ditentukan oleh sejauh mana ia mau memanfaatkan teknologi untuk mempercepat proses belajar itu sendiri.
Kegiatan ini diikuti oleh 31 penyuluh agama Islam se-Kabupaten Nagan Raya yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan yang mengusung tema "Menuju Penyuluh yang Profesional, Adaptif, dan Berdampak" ini sukses dengan kolaborasi bersama Kankemenag Nagan Raya dan PD IPARI daerah giok ini.
Saat pembukaan, Kakankemenag Nagan Raya Dr H Salman SAg MPd, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas penyuluh agar mampu menjawab dinamika masyarakat serta perkembangan regulasi yang terus berkembang.
Salman, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Taufiq SPdI, sampaikan dinamika kepenyuluhan di Nagan Raya, tantangan, dan solusi-solusinya.[]













