[Singkil| Jumarni/Halimsyah] Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Singkil Kabupaten Aceh Singkil menggelar acara perpisahan pelepasan dengan siswa kelas XII, di Gedung Madrasah setempat, pada Sabtu (18/4/2015).
Koordinator kegiatan Perpisahan Elni Afrida,S.Si mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya, di dalam kegiatan sekali ini akan lebih meriah dengan adanya penampilan semua kretivfitas dari masing-masing kelas.
Elni juga menyampaikan bahwa acara perpisahan ini dilakukan untuk menjalin silarurrahmi baik dengan para siswa siswi kelas XII dengan para dewan guru maupun dengan siswa siswi kelas X dan XI, seta silahturrahmi dengan semua orang-orang yang telah berjasa dalam membangun MAN ini, termasuk mantan kepala MAN Singkil.
Walaupun siswa-siswi Klelas XII baru saja menyelesaikan UN dan pengumuman kelulusan Insya Allah akan diumumkan pada tanggal 15 Mei 2015.
Pelaksanaan Perpisahan ini, para panitia baik siswa siswi dan dewan guru MAN Singkil saling berkerjasama bergotong royong sejak kemaren sore demi suksesnya kegiatan tersebut dan Kekompakan sangat terasa.
Demikian penjelasan dari Koodinator sekaligus Wakamad bidang Kesiswaa Elni Afrida yang merupakan Jebelan Alumni Fakultas MIFA Biologi Unsyiah.
Kepala Sekolah MAN Singkil Halimsyah,S.Ag.MA,Pada kesempatan tersebut memberikan arahan dan sambutan perpisahan itu, mengingatkan siswa-siswi agar terus memacu diri dalam meningkatkan prestasi dan menjaga nama baik Madrasah.
“Sesudah lulus ke perguruan tinggi, jangan lupakan jasa guru yang telah mengajar dan mendidik,” pinta Halimsyah.
“Jaga citra madrasah, bahwa kalian adalah alumni MAN Singkil, Tempat kalian menempa ilmu, mendidik diri dan belajar dalam proses pendewasaan," lanjutnya.
Untuk itu harapan Halimsyah para Siswa mampu menjaga citra madrasah ini, menjaga nama baik almamater, nama baik diri sendiri bahwa kita alumni MAN Singkil, menjaga nama baik orang Tua, dan menjaga nama baik Guru. Di mana dan sampai kapan pun seorang guru tetap guru, tidak ada kata mantan guru. Kerena guru di madrasah adalah orang tua.
Pada kesempatan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Singkil dalam hal ini diwakili oleh Suhardiman, S.Ag. Kasi Penyelenggara Haji dan Humrah setempat dalam sambutannya mengatakan, melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi harus sesuai dengan kemampuan dari orang tua masing-masing, jangan memaksa diri sendiri sehingga orang tua terbeban. “Jangan ikuti budaya yang tidak baik, seperti coret-coret baju setelah perpisahan, ugal-ugalan, dan merayakan hari setan valentine (hari kasih sayang),”
Di samping itu Suhardiman mengharapkan agar anak yang sudah tamat dari MAN ini harus menjaga almamater madrasah, jaga hubungan dengan guru walaupun tidak lagi belajar di MAN Singkil, sehubungan dengan lokasi Madrasah dalam satu komplek antara MIN, MTsN, dan MAN Singkil hendaknya menjaga keharmonisan dan kerja sama dalaqm meningkatkan pretaswi dan kwalitas pendidikan di Madrasah ini.
Acara perpisahan yang berlansung dimulai dari pukul 10.00 sampai dengan 12-30 WIB ini berlansung sangat meriah, disuguhkan dengan pentas seni, diantaranya, Tarian Kreasi antara lain Pop Song binaan Drs Daswati dan Nurhaytul Aina Desra,S.PdI, Nasyid Rebana MAN Singkil binaan Elni Afrida, Tarian Pemulia Jame, tarian Nirmala, dan tarian Pasang jabet, yang merupakan tarian kecerian anak-anak Desa bermain yang merupakan paduan music tradisi onal dengan music modern, merpakan binaan dari Zubaidi siswa MAN Singkil kelas XI.IPS1.
Perpisahan kls XIIMAN Singkil tahun 2015 ini berdasarkan ketua Panitia Syahwandi sekaligus sebagai ketua OSIMMAN Singkil menyampaikan bahwa acara ini dihadiri Kakankemenag yang di wakili oleh Suhardiman Kasi Haji dan Umrah, Sesepuh sekaligus pendiri MAS Muflihin Abu Sulaiman yang sejak tahun 1999 berdasarkan Surat keputusan Menteri Agama No. 77 tahun 1999 pada tanggal 22 Maret 1999 menjadi MAN Singkil, sejumlah kepala Madrasah antara lain MIN Singkil, MTsN Singkil.
Sedangkan Pengawas Madrasah telah diundang oleh panitia, Ahmad Fauzi,S.Ag.MM, Idawarni BA, Husnati,S.Ag ketiga pengawas madrasah tersebut merupakan mantan Kepala MAN Singkil sejak berdirinya MAN ini sampai sekarang.
Disayangkan panitia beliau tidak datang dalam acara tersebut, sebahagian guru dan panitia merasa kecewa, hadir dan dimeriahkan oleh ratusan siswa dari kelas X dan XI, serta 97 siswa kelas XII sekolah tersebut. [yyy]












