Berita

Peningkatan Kompetensi Guru dan Pegawai, Kanwil Kemenag Aceh dan Institut Khadim al-Haramain Jalin Kerja Sama

Muhammad Yakub Yahya
Muhammad Yakub Yahya
Author•20 Oktober 2026
Peningkatan Kompetensi Guru dan Pegawai, Kanwil Kemenag Aceh dan Institut Khadim al-Haramain Jalin Kerja Sama

Keberhasilan dari sebuah program pelatihan guru tidak diukur dari sertifikat, melainkan dari perubahan yang terjadi di kelas para pendidik, dan pada lisan para peserta didik.

Serta program penguatan kompetensi guru bisa dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan, bukan kegiatan sekali jalan.

Demikian harapan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs H Azhari MSi saat membuka Program Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Selasa, 20 Oktober 2026/9 Jumadil Awal 1448 H. 

Di depan peserta dan undangan acara di aula kanwil, Kakanwil sampaikan bahwa Bahasa Arab bukan sekadar mata pelajaran. Ia adalah kunci untuk memahami Al-Qur'an, Sunnah Nabi, dan khazanah keilmuan Islam yang agung. Aceh sejak berabad-abad dikenal sebagai Serambi Mekkah, dan sudah sepatutnya guru-guru bahasa Arab di madrasah-madrasah Aceh memiliki kompetensi kebahasaan dan profesional yang setinggi-tingginya.

Angkatan I, kerja sama Kanwil dan Direktur Institut Khadim al-Haramain asy-Syarifain di Banda Aceh yang berafiliasi dengan Universitas Islam Imam Muhammad bin Su'ud, bersama guru Banda Aceh dan Aceh Besar, berlangsung hingga Kamis, 22 Oktober 2026/11 Jumadil Awal 1448 H. 

Hari ini Bapak dan Ibu, harap Azhari, memikul amanah yang besar. Manfaatkan kesempatan berharga ini dengan sebaik-baiknya: simak dengan sungguh-sungguh, aktiflah berdiskusi dan bertanya, dan bawalah pulang apa yang Bapak dan Ibu pelajari untuk peserta didik dan rekan sejawat. 

"Kami meyakini bahwa mutu pendidikan tidak akan melampaui mutu gurunya; guru adalah batu penjuru setiap upaya perbaikan pendidikan. Karena itulah program ini sangat penting. Ini berfokus pada penguatan keterampilan berbahasa dasar--menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan imla'--pada penanganan kesalahan umum dalam pengucapan dan struktur kalimat. Serta pada pengembangan metode pengajaran bahasa Arab dan perancangan aktivitas kelas, disertai praktik langsung dan contoh pembelajaran," jelasnya. 

"Sesuai dengan tanggung jawab kami, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menegaskan dukungan penuh terhadap program ini melalui penyediaan tempat dan perlengkapan, pengundangan guru peserta, serta fasilitasi seluruh kebutuhan pelaksanaan program," janjinya. 

Harapan Kanwil setelah training ini, adanya tindak lanjut dampak pelatihan di ruang-ruang kelas, sehingga tampak pada meningkatnya kemampuan bahasa Arab peserta didik.

"Mendorong peserta untuk mengimbaskan hasil pelatihan kepada rekan sejawat melalui forum MGMP di madrasah dan kabupaten/kota," ujarnya. 

"Memasukkan program sejenis ke dalam rencana pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru di Provinsi Aceh," ujarnya. 

Kakanwil juga menili program ini sebagai awal yang penuh berkah, bukan akhir. Kami berharap kemitraan ini terus berlanjut dan semakin luas di masa mendatang. 

"Di antaranya, jangkauannya diperluas kepada guru bahasa Arab di kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh, termasuk guru Madrasah Ibtidaiyah," sebutnya. 

Lanjut, perlu dibentuk tim pelatih lokal dari guru-guru terbaik agar pengalaman ini dapat ditularkan lebih luas.

"Kerja sama ini diformalkan dalam Nota Kesepahaman antara Kantor Wilayah dan Institut, mencakup pelatihan, bahan ajar, serta peluang studi dan beasiswa bagi guru," katanya.

Di bagian awalnya, Kakanwil menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang bersahabat, serta Universitas Islam Imam Muhammad bin Su'ud, atas ikhtiar mulia dalam berkhidmat kepada Islam dan menyebarluaskan bahasa Arab di dunia Islam, termasuk di negeri kita, Indonesia.

"Secara khusus, terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada Ustadz Sa'id bin Khamis Al-Ghamidi, Direktur Institut, yang telah berkenan menerima dan mendukung kemitraan ini; kepada para dosen Institut yang akan mencurahkan ilmu dan waktunya bagi saudara-saudaranya para guru selama tiga hari ke depan. Serta kepada para koordinator program atas persiapan dan pengorganisasian yang sangat baik. Program ini adalah buah manis dari ukhuwah Islamiyah yang mempertautkan Kerajaan Arab Saudi dengan Indonesia, antara Haramain dengan Aceh, Serambi Mekkah," ucap Azhari dalam acara yang dipandu dalam dua bahasa oleh Katim GTK Bidang Penmad Chairul Amri SAg. 

Sementara Direktur Institut Khadim al-Haramain asy-Syarifain di Banda Aceh yang berafiliasi dengan Universitas Islam Imam Muhammad bin Su'ud, Ustadz Sa'id bin Khamis Al-Ghamidi, dalam sambutannya mengharapkan kegiatan tiga hari ini, dapat menjadi ruang pertemuan berkala yang mempertemukan para guru dan pemerhati bahasa Arab untuk mempraktikkan bahasa.

"Juga berdialog menggunakan bahasa Arab, bertukar pengalaman dalam bidang pendidikan, serta mendiskusikan gagasan dan tantangan dalam suasana akademik yang kondusif dan mendorong partisipasi," ajaknya pada peserta, Guru Bahasa Arab MTs dan MA se-Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar;

"Bahwa berbagai inisiatif tersebut bukanlah program yang kaku atau rancangan baku yang tidak dapat diubah. Sebaliknya, semuanya merupakan usulan awal yang terbuka untuk dikembangkan sesuai kebutuhan," imbuhnya Syekh Sa'id. 

Dia mengakui, prioritas Kantor Wilayah Kementerian Agama dan kebutuhan para pegawainya akan menjadi landasan utama dalam menentukan materi, durasi, serta mekanisme pelaksanaan setiap program.

"Hal ini didasarkan pada keyakinan kami bahwa kemitraan yang berhasil adalah kemitraan yang berangkat dari kebutuhan mitra, dibangun bersama mitra, memanfaatkan pengalaman masing-masing pihak, dan saling melengkapi upaya yang telah dilakukan," akuinya. 

Harapannya, "Cita-cita kami tidak berhenti pada pelaksanaan sejumlah pelatihan dan pertemuan. Lebih dari itu, kami ingin membangun kerja sama kelembagaan yang berkelanjutan, yang memungkinkan pengalaman terus terakumulasi, bidang kerja bersama semakin berkembang, dan hasilnya dapat dirasakan melalui peningkatan kinerja guru, kompetensi pegawai, serta kualitas program pendidikan."

Hadir dalam sesi pembukaan, Kabid Penmad,H Khairul Azhar SAg MSi, Plt Kabag TU/Kabid PAI Dr Hj Aida Rina Elisiva BAcc MM, Kakankemenag Banda Aceh Dr H Salman SPd MAg dan perwakilan Kemenag Aceh Besar, H Suryadi SAg MPd. 

Juga hadir bersama mudir, Koordinator Program Dr H Badrul Munir Lc MA dan Dr Muakhir Zakaria Lc MA.[]

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh