CARI
Rekomendasi Keywords:
  • Azhari
  • Kakanwil
  • Hari Santri
  • Halal
  • Islam
  • Madrasah
  • Pesantren

Pengobat Duka Guru dan Pengawas PAI Aceh Tengah yang tidak Dapat Menghadiri Puncak Hari Guru Nasional

Foto Penulis
  • Penulis
  • Dilihat 305
Selasa, 9 Desember 2025
Featured Image
Iswandi dan Wardiah

Pada penyelenggaraan Puncak Hari Guru Nasional (HGN) Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Desember 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, tinggalkan kisah pilu dan haru.

 

Beberapa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan pengawas PAI dari Kabupaten Aceh Tengah tidak dapat hadir secara langsung pada acara ini. Ketidakhadiran ini terjadi bukan karena kelalaian, tetapi merupakan konsekuensi dari bencana alam yang melanda wilayah Aceh Tengah, khususnya di daerah Takengon dan sekitarnya.

 

Pada hari menjelang keberangkatan, wilayah tersebut dilanda hujan deras, banjir, dan longsor yang menyebabkan akses transportasi terganggu parah.

 

Salah stu jembatan penghubung utama di jalur Takengon-Bireuen mengalami kerusakan dan putus, sehingga seluruh jalur darat tidak dapat dilalui. Situasi ini menimbulkan kondisi darurat, terutama bagi guru dan pengawas PAI yang telah dijadwalkan mengikuti kegiatan nasional tersebut.

 

Demi keselamatan dan kondisi force majeure yang tidak memungkinkan perjalanan dilakukan, para guru dan pengawas PAI Aceh Tengah tersebut akhirnya tdak dapat melanjutkan perjalanan menuju Banda Aceh maupun bandara untuk keberangkatan ke Jakarta.

 

Sebagai bentuk komitmen dan tetap menjaga keterwakilan Aceh Tengah pada kegiatan nasional ini, Kanwil Kementerian Agama Aceh menugaskan langsung pejabat Kanwil, yaitu Dr H Taharuddin MA, untuk hadir mewakili Guru dan Pengawas PAI Aceh Tengah dimaksud.

 

Meskipun tidak dapat hadir secara fisik, para guru dan pengawas PAI Aceh Tengah menyampaikan dukungan penuh, doa, dan apresiasi atas suksesnya kegiatan Puncak HGN di TMII. Mereka juga tetap mengikuti perkembangan acara melalui kanal resmi dan jejaring komunikasi yang tersedia.

 

Pada momentum Puncak Hari Guru Nasional Tahun 2025, dua figur inspiratif dari Aceh berhasil mengharumkan nama daerah melalui dedikasi luar biasa dalam dunia pendidikan.

 

Mereka adalah Wardiah, seorang pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) yang telah lama mengabdi di wilayah dengan kondisi geografis berat, serta Iswandi, seorang guru daerah 3T yang menunjukkan komitmen kuat dalam membangun generasi bangsa di wilayah terpencil.

 

Wardiah MPdI dianugerahi Juara 1 kategori Pengawas Berdedikasi Tantangan Geografis. Penghargaan buat Pengawas PAI Kankemenag Aceh Tengah), Terbaik kategori Pengawas PAI Dedikatif (Pengabdian di Wilayah Tantangan Geografis) ini diberikan atas keteguhan beliau dalam menjalankan tugas di wilayah-wilayah dengan akses yang sulit, kondisi alam yang ekstrem, serta keterbatasan fasilitas pendidikan.

 

Selama bertahun-tahun, Wardiah tetap konsisten melakukan pembinaan guru, supervisi, monitoring, dan pendampingan pembelajaran meskipun harus menempuh perjalanan jauh, melewati pegunungan, jalan terjal, hingga daerah rawan bencana. Dedikasinya tidak pernah surut, bahkan menjadikan tantangan sebagai ladang pengabdian.

 

Prestasi ini menjadi bukti bahwa ketulusan dan komitmen seorang pengawas mampu memberi dampak besar terhadap kualitas pendidikan, terutama di daerah pelosok Aceh.

 

Iswandi SPdI, guru PAI SMPN 30 Lumut, Linge, Aceh Tengah berhasil meraih Juara 3 kategori Guru Berdedikasi Daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal). 

 

Sebagai guru yang bertugas di wilayah dengan keterbatasan sarana, akses informasi, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tidak stabil, ia tetap menjalankan tugasnya dengan semangat penuh.

 

Iswandi dikenal sebagai guru kreatif, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan pembelajaran bermakna meskipun fasilitas sekolah sangat terbatas. Ia aktif mendorong literasi dasar, pendidikan karakter, serta memberdayakan masyarakat sekitar melalui pendekatan personal dan berbasis budaya lokal.

 

Penghargaan yang diterimanya menunjukkan bahwa keikhlasan dan inovasi dapat tumbuh di mana saja, bahkan di daerah yang penuh keterbatasan.

 

Prestasi Wardiah dan Iswandi bukan hanya kemenangan personal, tetapi juga kebanggaan kolektif bagi dunia pendidikan Aceh. Mereka adalah teladan nyata bahwa pengabdian yang dijalankan dengan hati dapat melahirkan dampak besar bagi generasi masa depan.

 

Dua GTK penerima anugerah lainnya dari Aceh, Ustadz Herdiansah SPd Gr Guru Bahasa Indonesia MAN Insan Cendekia (IC) Aceh Timur, Juara I kategori Guru Inspiratif.

 

Dan Hj Fikriah SAg MPd, Pengawas PAI Kankemenag Kota Banda Aceh (Ketua Pokjawas Banda Aceh), Juara II kategori Tenaga Pendidik (Tendik) Inspiratif.[]

 

Fotografer : Taharuddin
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Lainnya
Media Sosial
© 2023 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh