Pawai Tahun Baru, `Pemabuk Dicambuk`, ``Taubatlah...!``

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author25 Oktober 2014
Pawai Tahun Baru, `Pemabuk Dicambuk`, ``Taubatlah...!``

[Banda Aceh | Muhammad Yakub Yahya]  Ada yang menarik dalam setiap regu, ada yang unik dalam setiap grop Pawai Tahun Baru Islam, juga Pawai 1 Muharram 1436 Hijriyah. Saat melewati sejumlah jalan protokol, penonton membludak, sejak pagi.

Pemerintah Provinsi Aceh gelar pawai yang diikuti oleh ribuan siswa madrasah/sekolah yang pelepasannya di lapangan Blang Padang Banda Aceh.

Peserta pawai sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/TK, hingga tingkat MAN/SMA/SMK. Masing-masing ketegori peserta, terdiri dari puluhan grup. Yang terbanyak jenjang MI/SD.

“Ini semua bertujuan untuk  meningkatkan syiar Islam kepada masyarakat,” kata Aiyub Hasan, Ketua Panitia Lapangan.

Sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga untuk melancarkan perjalanan peserta pawai dari Blang Padang menuju Mesjid Raya Baiturrahman.

Terlihat juga beberapa mobil ambulance untuk antisipasi jika ada peserta pawai yang sakit.Busana yang mereka gunakan terdiri dari bermacam-macam model seperti seragam polisi, pakaian ibadah, adat Aceh, ihram dan sebagainya.

Mereka juga membawa baliho-baliho bertuliskan ajakan kepada masyarakat untuk shalat dan membuang sampah pada tempatnya.

“Kita jangan hanya memperingati pergantian tahun baru masehi, tetapi tahun baru Islam juga harus diperingati,” kata Zahara, asal Tibang, kepada media online, The Globe Journal, ‘milik’ Murizal Hamzah, rekan Inmas Kanwil Kemenag Aceh.

Saat start, pihak keamanan, Panitia, dan Dewan Hakim mulai mengatur dan mencatat. Sejak dari Blang Padang, Jalan Sulthan Iskandar Muda, Simpang Jam, Pendopo, Jalan Sulthan Alaidin Mahmudsyah, Simpang Kodim, Jalan Teuku Chik Di Tiro, Simpang Surabaya, Jalan Hasan Dek, Simpang Jambo Tape, Jalan Tgk Daud Beureueh, Simpang Lima, Pante Pirak, dan fisnish di Masjid Raya Baiturrahman, terlihat peserta dan pendamping semangat. Adzan zhuhur pun berkumandang…. Allahu akbar, Allahu akbar.

Namun khusus usia TK/PAUD, pawai diakhiri dengan makan/minum di Museum Aceh, dekat Pendopo. “Mereka start lebih duluan, pukul 08.30 WIB, lewati jalan sekitar 500-600 meter, lalu finish duluan di Museum,” ujar guru TK Sari, Melly Andriani AMa. Maklum anak-anak, tak boleh jauh-jauh.

Usai itu, nilai dari Dewan Hakim direkap. Namun biasanya hasil pawai (termasuk Pawai 1 Syawal dan 10 Dzulhijjah) langsung diumumkan, tapi kali diumumkan dan piala jawara diberikan, bersamaan dengan peringatan 1 Muharram 1436 H, di Halaman Masjid Raya Baiturrahman,” ujar H Akhyar MAg, Ketua Umum DPWBKPRMI Aceh.

Pengumuman pemenang pawai diumumkan Sabtu malam (25 Oktober), usai shalat Isya berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman. Rencananya, hadiah akan diserahkan langsung oleh Gubernur Aceh, Doto Zaini Abdullah. Setelah itu, akan ada ceramah oleh Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah Cot Kala, Langsa, Ustadz Dr H Zulkarnaini Abdullah MA.

Sebelum malam acara, zhuhurnya, usia karnaval jalan kaki, nilai direkap, panitia evaluasi singkat, dan Dewan Hakim bersidang, juara ditentukan. “Dewan hakim dapat meeting sejenak untuk penentuan juara,” ajak calon Doktor, Muhibuddin Hanafiah MAg, Koordinator Dewan Hakim.

Ada yang unik juga dengan karnaval awal tahun, pagi Sabtu (25 Oktober) ini. Ada grop dari MAN/SMA yang dilakoni algojo, yang ‘mencambuk’ kawannya di depan, yang dinilai bersalah (menurut qanun syariat), dalam simulasi, di barisan pawai, sehari jelang pengumuman kabinet Jokowi-JK itu.  “Taubatlah…!” teriak algojo.

Di belakangnya, ada siswa SMK 1, Lhong Raya, yang juga membawa adegan cambuk pemabuk. Sekumpulan ‘pemabuk’ dengan botol minuman, yang terus diisi, dan minum bergantian, membuat jalannya hoyong, ada yang di atas becak. Algojo di belakangnya ‘mencambuk’ dengan gayanya, seakan betul-betul di atas panggung. Entah berapa kali ia sudah sudah ayunkan cambuk.

Seakan semua simulasi dan simbol dalam pawai, terutama Pawai 1 Muharram, Tahun Baru Hijriyah, di mana pun (Banda Aceh dan daerah), mengajak kita untuk hijrah dari kelambanan, kemalasan, kemaksiatan, dan mungkar/dosa, menuju ke kecepatan/ketepatan, keuletan/kesungguhan, kebaikan, dan ibadah/pahala. []

[Foto: Regu karnaval dari siwa SMK 1 lewati depan BPBA (Badan Penanggulangan Bencana Aceh), Rumah Budaya Banda Aceh, dan KFC Simpang Lima, yang menambah barisan di belakangnya dengan atraksi simulasi ‘pemabuk’, lengkap botolnya, lalu ‘dicambuk’ oleh ‘algojo’]

Layanan
harkitnas26
iduladha26
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh