Prestasi membanggakan ditoreh siswa madrasah Aceh. Tim Taekwondo Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Banda Aceh meraih prestasi dalam ajang Taekwondo Piala Wali Kota Banda Aceh 2026.
Siswa MIN 8 yang madrasah berlokasi di Lhong Raya Banda Raya, berhasil meraih total 39 medali, dan seorang siswanya bernama Khanza Hafidzah meraih penghargaan Best Player atau atlet terbaik.
Dalam Pertandingan Taekwondo Piala Wali Kota Banda Aceh Tahun 2026, para atlet MIN 8 Banda Aceh menunjukkan kemampuan teknik, semangat juang, dan kedisiplinan dalam menghadapi persaingan.
Dari kompetisi tersebut, tim berhasil mengumpulkan 11 medali emas, 9 medali perak, dan 19 medali perunggu.
Pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan, pembentukan kedisiplinan, penguatan mental, serta keberanian para atlet dalam menghadapi tantangan di arena pertandingan.
Lebih dari sekadar perolehan medali, pengalaman bertanding juga menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengembangkan kepercayaan diri, sportivitas, pengendalian diri, dan sikap pantang menyerah.
Tentu, di balik pencapaian terbaik para atlet, terdapat peran penting pelatih (coach) Taekwondo MIN 8 Banda Aceh, Al-Farabi SPd, yang tidak hanya aktif dalam pembinaan olahraga, tetapi juga berprofesi sebagai guru PNS bidang Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes) di lingkungan Kemenag Aceh.
Dedikasinya dalam dunia pendidikan dan olahraga semakin diperkuat dengan kelulusannya dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pelatih Nasional Taekwondo yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) pada 8–11 Oktober 2026 di Medan, Sumatera Utara.
Rangkaian pencapaian ini menjadi gambaran bahwa pembinaan olahraga di lingkungan madrasah dapat berjalan beriringan dengan pendidikan karakter, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta pengembangan prestasi peserta didik.
Best Player
Di antara pencapaian yang menjadi sorotan dalam keikutsertaan MIN 8 Banda Aceh pada Piala Wali Kota Banda Aceh Tahun 2026 adalah keberhasilan Khanza Hafidzah meraih penghargaan Best Player atau Atlet Terbaik.
Penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MIN 8 Banda Aceh. Di tengah persaingan antaratlet, penghargaan Best Player merupakan pengakuan khusus yang melengkapi pencapaian kontingen dalam perolehan medali.
Prestasi Khanza Hafidzah menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di madrasah memiliki ruang untuk mengembangkan potensi peserta didik secara lebih luas, tidak hanya dalam mengejar kemenangan, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas kemampuan dan performa bertanding.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi atlet lainnya untuk terus berlatih, menjaga kedisiplinan, meningkatkan kemampuan, dan berani menunjukkan potensi terbaik dalam setiap kompetisi.
Bagi MIN 8 Banda Aceh, penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan olahraga yang terarah, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa.
Kepala MIN 8 Banda Aceh, Djamaluddin Husita SPdI MSi, menjadi bagian dari lingkungan kelembagaan yang mendukung pengembangan potensi dan prestasi peserta didik.
Perolehan 39 medali serta penghargaan Best Player pada Piala Wali Kota Banda Aceh Tahun 2026 menjadi pencapaian yang membanggakan dan diharapkan dapat mendorong semakin berkembangnya kegiatan positif di lingkungan madrasah.
Prestasi tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara madrasah, pelatih, orang tua, dan peserta didik dalam membangun lingkungan pembinaan yang mendukung perkembangan siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Dalam olahraga Taekwondo, peserta didik tidak hanya belajar mengenai teknik menyerang dan bertahan, tetapi juga memahami pentingnya menghormati pelatih dan lawan, mematuhi aturan, mengendalikan emosi, serta menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.
Nilai-nilai tersebut menjadikan olahraga sebagai salah satu sarana pendidikan karakter yang melengkapi proses pembelajaran di madrasah.
Dukungan yang berkelanjutan diharapkan dapat memberikan ruang bagi para siswa untuk mengembangkan bakat, mengasah kemampuan, dan meraih prestasi tanpa mengesampingkan tanggung jawab mereka sebagai peserta didik.
Coach Al-Farabi
Di balik pencapaian para atlet, peran pelatih menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kemampuan teknik, strategi pertandingan, kedisiplinan, dan mental bertanding.
Coach Taekwondo MIN 8 Banda Aceh, Al-Farabi SPd, memiliki peran dalam dua bidang yang saling melengkapi, yaitu pendidikan dan pembinaan olahraga prestasi.
Di lingkungan pendidikan, Al-Farabi merupakan guru PNS bidang Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes) di bawah Kementerian Agama Provinsi Aceh. Sementara itu, dalam dunia olahraga, ia aktif membina atlet Taekwondo MIN 8 Banda Aceh dan memiliki pengalaman sebagai wasit nasional Taekwondo Indonesia.
Komitmennya dalam meningkatkan kompetensi profesional juga ditunjukkan melalui keikutsertaannya dalam Diklat Pelatih Nasional Taekwondo yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) pada 8–11 Oktober 2026 di Medan, Sumatera Utara. Dalam kegiatan tersebut, Al-Farabi dinyatakan lulus.
Kelulusan ini menjadi bagian dari pengembangan kapasitas profesional di bidang Taekwondo.[]












