Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menggelar Pesta Raya Trampil Pramuka (Peratrampra) II jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat Kabupaten, di Lapangan Pesantren Modern Al-Zahrah, Beunyot, Kecamatan Juli, Bireuen, Senin, 26 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan keterampilan kepramukaan bagi peserta didik madrasah.
Kegiatan tersebut diikuti 1.160 peserta dari 58 madrasah ibtidaiyah se-Kabupaten Bireuen. Setiap madrasah mengirimkan dua gugus depan (gudep), putra dan putri, masing-masing beranggotakan 10 orang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd dalam laporannya menyampaikan bahwa Peratrampra II diselenggarakan untuk memperkuat pendidikan kepramukaan di madrasah sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, sportivitas, dan jiwa kepemimpinan kepada peserta didik.
“Peratrampra II ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi sarana membentuk karakter, melatih kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, dan kepemimpinan peserta didik. Kita berharap anak-anak tidak hanya terampil dalam kepramukaan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Zulkifli.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peratrampra juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarmadrasah serta membentuk generasi yang berakhlak mulia, tangguh, dan berprestasi.
Berbagai keterampilan kepramukaan diperlombakan dalam kegiatan tersebut, meliputi lomba ketangkasan baris-berbaris (LKBB), pionering, semaphore dan morse, serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Sementara itu, sambutan Bupati Bireuen yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Ismunandar ST MT menekankan pentingnya kegiatan kepramukaan dalam membentuk generasi muda yang santun, cerdas, terampil, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Peratrampra II, yaitu “SEHAT”, singkatan dari Santun, Edukatif, Harmoni, Adaptif, dan Terampil. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai Santun, Edukatif, Harmoni, Adaptif, dan Terampil harus menjadi bagian dari karakter pramuka madrasah, bukan hanya selama kegiatan berlangsung. Kami berharap kegiatan ini melahirkan generasi yang kuat secara fisik, cerdas, berakhlak, dan mampu membawa nama baik Kabupaten Bireuen,” demikian pesan Bupati dalam sambutan yang disampaikan Sekda.
Pemerintah Kabupaten Bireuen juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kegiatan kepramukaan di madrasah dan sekolah, termasuk melalui penyediaan fasilitas yang layak serta penghargaan terhadap dedikasi para pembina.
Pelaksanaan Peratrampra II memperkuat sinergi Kemenag Bireuen, Gerakan Pramuka, dan lembaga pendidikan dalam membina generasi muda yang berkarakter. Dengan menggabungkan pendidikan, latihan keterampilan, dan kompetisi yang sehat, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik di lingkungan madrasah.
Kegiatan Peratrampra II secara resmi dibuka oleh Bupati Bireuen melalui Sekretaris Daerah, sebagai penanda dimulainya rangkaian perlombaan pramuka tingkat MI se-Kabupaten Bireuen.[]












