MA Insan Cendekia Pengorbit Pemimpin Masa Depan

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author06 Juli 2015
MA Insan Cendekia Pengorbit Pemimpin Masa Depan

[Bekasi | Alfaizin] Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) dibangun untuk mereplikasi kultur akademik, kualitas dan pengembangan karakter dari MAN IC yang telah ada dalam menyiapkan kader pemimpin masa depan.

Hal itu dikemukakan Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, saat membuka acara Rakor Pendidikan Menengah Universal MAN Insan Cendekia di Bekasi.

Turut hadir sebagai peserta perwakilan Provinsi Aceh Kepala Bidang Pendidikan Madarsah Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs. Efendi, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur Drs.H.Marzuki A,MA  dan JFU Pengembang Sarpras Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Alfaizin.MA,MM.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Agama RI melalui Direktort Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam sedang membangun 20 MAN Insan Cendekia di Indonesia. Enam di antaranya telah siap beroperasi pada Tahun Pelajaran 2015/2016 yaitu MAN IC Aceh Timur, Siak Riau, OKI Sumatera Selatan, Bangka Tengah Babel, Pekalongan Jawa Tengah dan MAN IC Paser Kalimantan Timur.

“Penyelenggara MAN Insan Cendekia merupakan integrasi dari tiga hal pokok kebijakan pendidikan, yaitu perluasan akses, peningkatan mutu, dan relevansi pendidikan”, lanjut M. Nur Kholis.

Terkait perluasan akses madrasah yang berkualitas, M. Nur Kholis Setiawan memaparkan, MAN IC akan didirikan di seluruh wilayan nusantara.

“Untuk mendapatkan pendidikan berkualitas semacam MAN IC, lembaga pendidikan ini mestinya tidak hanya dididirikan di Serpong, Gorontalo dan Jambi, namun harus ada di daerah-daerah lain seperti Aceh, Papua, Maluku Utara, Sulawesi Utara,” tandas Nur Kholis Setiawan.

Namun demikian, lanjut M. Nur Kholis, perluasan akses harus diimbangi dengan orientasi mutu. Membangun MAN IC berarti menyiapkan kader untuk estafet kepemimpinan bangsa, maka akses pendidikan yang bermutu harus dibuka secara luas.

“Pemerintah merasa berdosa kalau tidak membukakan akses untuk mereka,” tegasnya.

Dalam hal kebijakan relevansi pendidikan, guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengatakan bahwa MAN IC dipersipkan untuk menyongsong bonus demografi penduduk Indonesia 2025-2035. Disadari M. Nur Kholis, kalau kita bisa mengelola SDM dengan baik bonus demografi tersebut akan menjadi berkah, sebaliknya kalau lengah akan menjadi bencana.

Di hadapan para Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Kankemenag Kab/Kota dan Tim Teknis Penyelenggara MAN IC, M. Nur Kholis Setiawan mengajak untuk menyamakan langkah dan tekad membangun layanan pendidikan bermutu melalui MAN IC.

“Jangan sampai ada kesan Kementerian Agama tidak mampu berbuat apa-apa dalam membangun madrasah bermutu,” pesannya.

M. Nur Kholis yakin kalau kita mempunyai kesamaan niat, kesamaan visi misi, dan ditindaklanjuti dengan kesamaan aksi tentu cita-cita membangun MAN IC akan mudah. Inilah pentingnya kita melakukan koordinasi dan konsolidasi.

Kepada jajarannya, M. Nur Kholis  berpesan agar pembangun MAN IC tidak berorientasi pada proyek dan kepentingan sesaat (pragmatis).

“Yang hendak kita bangun adalah kultur akademik, kualitas dan pengorbit generasi di masa yang akan datang,” tegasnya.

Menyitir penjelasan Ibnu Athaillah Assakandari dalam Kitab Al-Hikam, M. Nur Kholis Setiawan berpesan: “wamin 'alaamati kaunihii minal-'aarifiina, fanaa’uhu min-tadbiiratihi wa ihtiyaarihi” (salah satu dari tanda kemakrifatan seseorang adalah tidak adanya kepentingan, ananiyah, keakuan atau ego).

“Langkah yang dia perbuat semata-mata merupakan pengejawantahan hadirnya Tuhan dalam dirinya,” jelasnya.

“Suksesnya MAN IC merupakan suksesnya Kementerian Agama, bukan  Direktur, para Kabid, para Kankemenag, namun kesuksesan bersama maka semua unsur di Kementerian Agama harus serius,” tambahnya.

Terkait  enam MAN IC yang akan beroperasi dalam waktu dekat, M. Nur Kholis menyampaikan akan menyelenggarakan capacity building bagi Pendidik dan Tenaga Kependidian.

Sehingga proses transformasi kultur akademik, nilai dan tradisi MAN IC yang telah ada dapat berlangsung dengan baik.

Sementara itu Kasubdit Sarana dan Prasarana, Sarpani mengatakan bahwa Rapat Koordinasi Pendidikan Menengah Universal MAN IC untuk menyamakan persepsi dan langkah bagi penyelenggaraan MAN IC baik yang masih tahap pembangunan fisik maupun yang saat ini siap beroperasi di tahun 2015. Sarpani berharap agar persiapan-persiapan teknis, manajemen, sumber daya manusia dan penganggaran pendidikan bisa dipersiapkan sejak dini agar perjalanan MANIC sukses. [yyy]

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh