
Aktivitas pelayanan dan administrasi di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bener Meriah terhenti total setelah wilayah tersebut mengalami kelumpuhan akses jalan, jaringan listrik dan komunikasi, serta pasokan dasar.
Kondisi ini disampaikan oleh Kasubbag Tata Usaha Kakankemenag Bener Meriah, Riadiyansyah, melalui WAG (Grup Whatsapp), Senin, 1 Desember 2025.
“Seluruh aktivitas kantor saat ini lumpuh total,” tulisnya dalam laporannya.
Ia menjelaskan saat ini Bener Meriah masih terisolasi dari luar kabupaten. Jembatan penghubung dari Kabupaten Bireuen menuju Bener Meriah ambruk, jalan banyak yang longsor dan ambrol. Begitu juga akses jalan dari Gunung Salak, Aceh Utara.
Selain tidak terhubung dengan daerah luar, akses di dalam kabupaten juga mandeg karena banyak jalan ambrol dan longsor. Kondisi mengakibatkan mobilitas pegawai maupun bantuan logistik tidak dapat dilakukan.
“Ini posisi saya memberikan info dari Bukit Cot Panglima,” kata Riadiyansyah. Cot Panglima adalah perbatasan antara Bireuen dan Bener Meriah.
Selain terganggunya akses jalan, jaringan internet, listrik, pasokan bahan bakar minyak (BBM), dan distribusi logistik hingga kini belum memasuki wilayah tersebut.
Ia menambahkan bahwa pihaknya belum dapat melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi para pegawai dan seluruh unit kerja di lingkungan Kemenag Bener Meriah. Hambatan komunikasi dan keterbatasan akses lapangan membuat proses pemantauan situasi berjalan sangat terbatas.
“Kami belum bisa mendata secara maksimal seluruh pegawai dan unit kerja,” ujarnya.
Ia juga meminta arahan dari Kanwil Kemenag Provinsi Aceh terkait langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk mengatasi keadaan darurat ini.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Bener Meriah masih menunggu pemulihan jaringan dan listrik dan masuknya logistik untuk memungkinkan pelayanan kembali berjalan secara normal.[]