[Kanwil | Yakub Inmas] Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Ibnu Sa’dan MPd, membuka rapat terakhir PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) dan PPPIH (Panitia Pembantu Penyelenggara Ibadah Haji) serta Satgas di Embarkasi Haji Aceh (15 September), jelang masuknya Jamaah ke Embarkasi Aceh. Didampingi Kabid PHU (Penyelenggara Haji dan Umrah) Kakanwil Kemenag Aceh, rapat hasilkan sejumlah solusi, juga butirkan pengarahan.
Hadir dalam rapat terakhir di Aula Arafah (Senin 15 September) itu, Drs Slamet Efendi Yusuf, selaku Ketua KPHI (Komisi Pengawas Haji Indonesia). Pemantau Pusat yang sudah dua hari di Aceh, tidak hanya memantau pemberangkatan, tapi juga persiapan prakeberangkatan, dan pelaporan sesudah musim haji.
“Pengawas memang tidak mengarahkan, tapi mengawasi saja,” kata Drs H Slamet, yang ke Banda Aceh disertai timnya: Ibu Ermiza, staf Kasi Dumas Infokom di KPHI, dan Pak Hasyim, Watimpres Bidang Agama.
Drs Slamet Efendi sampaikan, “KPHI yang baru dibentuk dua tahun silam, atas amanah Keppres RI. Pengawasan dan pemantauan kita, sejak persiapan dan keberangkatan jamaah. Kami datang ke embarkasi-embarkasi, dan debarkasi-debarkasi”
“Menganalisis semua laporan haji, misalnya dari KPK dan lainnya, juga memantau keluhan dan menyusun laporan/rekomendasi untuk kesuksesan ibadah haji di tahun sebelumnya,” lanjutnya lagi, dalam acara yang hadir selain jajaran Kemenag Aceh, personil PPIH/PPPIH, juga Lanud, Angkasa Pura, Imigrasi, Garuda, Polisi, Perhubungan, SMK, Satgas dan lainnya.
Ada permasalahan di Embarkasi yang melibatkan banyak pihak, misalnya pihak Imigrasi dan Bank yang harus menjelaskan sedetilnya fungsi dan keberadaan dokumen atau uang rial.
“Juga akomodasi yang sekarang lokasinya jauh dengan Masjidil Haram. Itu juga kita pantau agar lebih baik ke depan…,” sambungnya.
H Slamet yang akan menuju ke bandara, mengajak lagi, “Tolong sampaikan pada jamaah bahwa di sana berdesakan di ruang sempit. Jangan lanjutkan kebiasaan merokok. Bagaimana Kakanwil perlu melarang merokok di area no morking.”
Pihak Kesehatan, sampaikan, jangan merokok saat bertugas, mari kerjasama dalam melarang merokok, jangan merokok dekat masjid! Sebenarnya jamaah yang merokok itu beresiko. “Mungkin bisa disiapkan satu kawasan smoking…“ pinta Kakanwil.
“Tolong arahkan, jangan merokok di ruang yang sangat sempit itu. Tolong arahkan jamaah bisa sesuaikan diri. Catering dan Living Cost harus dipakai irit. Tapi tetap harus dipakai selama di Arab Saudi. Jangan living cost dipakai untuk belanja barang pernak-pernik. itu. Jangan membeli oleh-oleh di Arab yang diproduksi Cina, bukan made in Arab. Kalau beli di tanah air saja, semua ada di Tanah Abang misalnya.
“Ada orang di sana yang melakukan tindakan kriminal. Mereka masuk ke tenda dan kamar, menyamar dengan bad dan baju petugas. Mereka menggeledah dan mengambil uang jamaah. Jadi, hati-hati di keramaian, jangan bawa perhiasan dan uang berlebihan. Mereka ada yang jago sekali mencopet, dengan pakai silet misalnya,” tutup Drs H Slamet Efendi Yusuf. [yakub/akhyar/amwar/fajriah/khairul]












