Kita, Anda dan Saya, DPO Izrail

Inmas Aceh
Inmas Aceh
Author09 Juli 2015
Kita, Anda dan Saya, DPO Izrail

[Kanwil | Muhammad Yakub Yahya]  Dalam salah satu sesi ceramah jelang berbuka, Ustadz Umar Ismail SAg, Penyuluh Kemenag Aceh, sempat menyebut ‘ciri orang tenang dalam hidup’, di antaranya yang rendah hati, merasa bodoh selalu, merasa bukan yang paling pintar dari sekampung kita, meski telah mengaji dan kuliah selama 30 tahun.

“Bukan malah dia suka berdebat ke sana ke mari, memamerkan logikanya. Seakan ilmu orang lain kurang mulia, seakan amalan dia saja yang benar, dan amalan orang semua salah,” sindirnya di hadapan ulama dan umara dari jajaran Kanwil dan undangan buka puasa, Senin (19 Ramadhan).

Juga ciri ‘kita yang tenang’ ialah yang yakin rezeki telah diatur Allah sehingga usaha dengan lurus dan hasilnya dia syukuri berapa pun. Dia yakin langkahnya besok dan mau ke mana sudah duluan ada dalam goresan Allah. “Bukan malah, melihat tetangga beli tivi, dia darah tinggi, tetangga beli kereta dia strok, dan tetangga beli mobil, dia masuk keranda,” sambungnya dengan nama kocak, di teras/ lobi Kanwil Jalan Abu Lam U Nomor 9 Banda Aceh, sore Senn, 6 Juli.

Bahkan dia yakin telah ditetapkan Allah, hingga dia mantap melangkah, tanpa risau dengan taqdir. Semua yang menimpanya, yang terbaik menurut Allah.

Soal umur, Ustadz Umar, alumni Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry bilang, “Meskipun kita lari ke ujung dunia, mati menyapa kita. Yang kaya, ‘menghindar’ maut, ada yang lari ke Penang, ke Kuala Lumpur, dan ke Singapore. Yang di bawah itu, lari ke Medan, yang kurang dari itu, lari ke RSUZA, dan kurang uang lari ke dukun urut di kampung…,” kisahnya, sembari kita memang diwajibkan berusaha jika mati. 

“Bapak, Ibu, dan saya, semua dicari Malaikat Izrail. Kita ini DPO-nya Malaikat Maut,” ingatnya. DPO ialah Daftar Pencarian Orang, yang biasa istilah di kepolisian.

Saat buka puasa bersama, lobi dan teras Kanwil Kemenag Aceh, dipenuhi jajaran Kanwil dan keluarga, serta para undangan. Mobil tuan rumah dan tamu berderet padat, di halaman dan di jalan kota, depan Kanwil, seputaran Taman Sari itu. Semua itu, mobil atau yang naik mobil, akan mati semua.

Pukul 18.00 WIB, MC (Fajriah Bakri SAg) dari Subbag Inmas Kanwil, mensilahkan qari, awali acara dengan pembacaan Kalam Ilahi. Sesi Buka Puasa sekalian Nuzulul Quran pun diawali.

Penceramah Ustadz Umar Ismail SAg, asal Pijay, sudahi acara jelang sirine, dengan memandu doa. Usai shalat lanjutan makan malam melengakapi ‘hajat besar’, sejak Kakanwil di bawah Drs HM Daud Pekah itu.

“Ini antara lain untuk jalin silaturrahmi, pupuk ukhuwah islamiah,” jelas Kakanwil, saat diwawancarai insan media, usai makan. Kakanwil ditanyai soal urgensinya ‘nikah massal’ (itsbat nikah), haji dan lainnya.

“Kita bisa saja berselisih, tapi jangan sampai perpecahan,” ajak Penceramah lagi, dalam taushiah, yang ada juga lawakan sedikit, ala Ustadz Umar, yang tinggal di Ateuk Pahlawan itu.

Ustadz Umar, yang juga Pengurus TPQ Baitussalam Gampong Ateuk, juga bahas konsep ketenangan jiwa bagi yang berpuasa. “Ada sebuah dialog antara guru dan  murid, yang sudah mengaji sampai 30 tahun, tapi dia tetap tawadhu’, saat ditanya ‘apa yang telah kamu dapat, muridku?’

Lanjut Umar, di hadapan hadirin dan hadirat, staf dan pejabat, “Berbeda dengan kita sekarang, baru mengaji tujuh tahun, pulang kampung meudakwa, criep mareh-mareh….“   

Sementara Kakanwil Kemenag Aceh Drs HM Daud Pakeh, sebelum taushiah/ceramah Nuzulul Qur’an bersama Ustadz Umar, dan setelah pengajian oleh Ustadz Drs H Mukzi Abdullah, kupas filosofi Lima Nilai Budaya Kerja, dikaitkan dengan puasa. 

“Di sini, mari kita internalisasikan kelima nilai itu, selama puasa, dan yang terpenting pascapuasa, sejak Syawal nanti. Ada hubungan erat Lima Nilai Budaya Kerja dengan puasa,” ajak Kakanwil yang baru saja pulang dari Simeulue dan pantau tes assesmen eselon III.

Di hadapan undangan, antara lain ada  mantan Kakanwil Depag Drs H A Rahman TB Lt, pejabat MS (Mahkamah Syar’iyah) Aceh, pejabat Disdik Aceh, Kaban Arpus Aceh Drs H Anas M Adam MPd, Kadis SI (Syariat Islam) Aceh Prof DR Syahrizal Abbas MA, Ketua MPU Aceh Drs Tgk H Ghazali Mohd Syam, Ketua MAA H Badruzzaman MHum, dan Kepala UPT Asrama Haji Drs H Taufiq Abdullah, sampaikan hubungan Lima Nilai Budaya Kerja: integritas, inovasi, tanggung jawab, keteladanan, profesional, keteladanan, dan profesional dengan puasa.Di sisi lain ada Kepala Balai Diklat Keagamaan Aceh Drs H Zulhelmi A Rahman MAg,  jajaran Kejati Aceh, jajaran LPMP Aceh, para Kakankemenag/Kasi, jajaran Kobar-GB,PGRI, Ormas/OKP, RM, dan puluhan insan pers. Juga ada Pak Drs Ziaudddin, pejabat lama di Kanwil Depag. []

Layanan
Tentang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh adalah unit vertikal Kementerian Agama di provinsi dan membawahi beberapa kantor kementerian agama di kabupaten dan kota.
Alamat
Jalan Tgk. Abu Lam U No. 9 Banda Aceh 23242
Bimbingan Masyarakat
Islam Hindu Kristen Katolik Buddha
Lainnya
Media Sosial
© 2026 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Oleh : Humas Kanwil Aceh