
Kantor Kementerian Agama Kota Sabang turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh di sejumlah wilayah terdampak banjir Aceh, Selasa, 6 Januari 2026.
Di Kabupaten Pidie Jaya, sebanyak 24 relawan dari Kemenag Sabang bergabung bersama relawan dari Kankemenag Pidie Jaya untuk melakukan pembersihan lumpur sisa banjir di kompleks MIN 4 Pidie Jaya.
Selepas pelaksanaan upacara HAB ke-80 Kemenag RI, Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari SAg MSi mengatakan bahwa Kanwil Kemenag Aceh telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat hingga pascabanjir bandang.
"Kita sudah beberapa kali menurunkan tim relawan untuk membersihkan rumah ibadah, madrasah hingga KUA. Hari Senin tanggal 5-7 Januari dalam rangka HAB ke-80 kita dan kawan-kawan di daerah akan turun kembali untuk melakukan hal yang sama membersihkan madrasah dan KUA," tutup Azhari.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar Kementerian Agama terhadap madrasah yang terdampak bencana, sekaligus upaya percepatan pemulihan sarana pendidikan agar dapat kembali difungsikan secara optimal.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sabang H Samsul Bahri SAg menyampaikan bahwa keikutsertaan relawan dari Kemenag Sabang merupakan bagian dari gerakan bersama yang dikoordinasikan oleh Kanwil Kemenag Aceh.
“Tim Kemenag Kota Sabang dan Pidie Jaya tergabung dalam tim relawan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh yang secara bersama-sama melaksanakan aksi pembersihan di MIN 4 Pidie Jaya.
Sebelumnya, Kemenag Sabang juga telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tamiang, di Aceh Tamiang relawan turut membantu membersihkan MIN 2 Aceh Tamiang.
“Melalui kolaborasi dan semangat gotong royong ini, kami berharap lingkungan madrasah dapat segera pulih sehingga proses belajar mengajar kembali berjalan dengan baik dan nyaman,” tambahnya.
Aksi bersih-bersih tersebut dilakukan secara gotong royong dengan membersihkan ruang kelas, halaman madrasah, serta fasilitas pendukung lainnya. Di lapangan tampak pula sejumlah anggota TNI yang membantu membersihkan madrasah tersebut.[]