[Ar-Raniry | Nat Riwat/Yakub] Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Datuk Seri Mohd Ali Mohd Rustam beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.
Pertemuan yang berlangsung di ruang sidang rektor lantai 2 disambut oleh Rektor, wakil rektor, kepala biro, dekan-dekan dan sejumlah pimpinan di lingkungan kampus tersebut.
Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA mengatakan, pihak UIN Ar-Raniry menyambut baik atas kunjungan dari rombongan DMDI dari Malaysia ini, selama ini kampus UIN Ar-Raniry telah banyak melakukan kerjasa sama dengan Malaysia, terutama dibidang pendidikan.
“Banyak mahasiswa Malaysia yang belajar di UIN Ar-Raniry, seingat saya sejak sebelum tahun 1980-an telah ada mahasiswa dari Malaysia yang belajar di kampus IAIN Ar-Raniry (sekarang UIN), dan saat ini UIN Ar-Raniry masih terus menerima mahasiswa dari malaysia, yaitu melalui dua jalur, jalur pertama masuk dari semester pertama, mereka melalui jalur tes dan selanjutnya melalui jalur transfer dari kampus-kampus di Malaysia,” kata Farid.
Rektor menambahkan (16/2), ada 18 kampus di Malaysia yang telah melakukan kerjasama dengan UIN Ar-Raniry, mereka mentransfer mahasiswa dan dikirim untuk melanjutkan pendidikan di UIN dan beberapa dosen di UIN Ar-Raniry juga alumni dari perguruan tinggi di Malaysia.
“Akademik UIN Ar-Raniry dengan beberapa kampus di Malaysia itu bagaikan satu tubuh, banyak kerja sama telah dilakukan, kami bangga atas ilmu-ilmu yang dikembangkan di sana, kehadiran rombongan dari Malaysia ini memperkuat rasa melayu civitas UIN Ar-Raniry,” imbuhnya.
Lebih lanjut Farid juga menceritakan sejarah perkembangan UIN Ar-Raniry, sejarah Aceh yang masa kerajaannya sampai ke negeri Malaysia, banyak ulama bersama Raja Aceh datang ke Malaysia untuk membantu dan menyebarkan ajaran islam ke semenanjung Malaysia.
Sementara Wakil Rektor bidang Kerjasama UIN Ar-Raniry Dr. H. Syamsul Rijal, M.Ag mengatakan, lawatan atau kunjungan kerja DMDI ke UIN Ar-Raniry ingin melihat perkembangan dari dekat institusi (UIN Ar-Raniry) dan mereka juga mengatakan bahwa kalau di Aceh Alumni dari UIN Ar-Raniry ini mendapat tempat yang baik, tidak hanya di tengah-tengah masyarakat, tetapi juga mendapat tempat di tengah kebijakan pemerintah.
“Banyak Alumni yang telah bekerja di pemerintahan dan jenjang paling tinggi pernah menjabat sebagai wakil gubernur, bupati, anggota dewan serta beberapa yang menjadi pimpinan yang mengambil kebijakan,” kata Syamsul.
Warek III menambahkan, salah satu tujuan utama melakukan kunjungan ke Aceh dan khususnya UIN Ar-Raniry adalah ingin melihat perkembangan kultur aceh yang sangat islami yang terkait dengan melayu itu sendiri. Dalam pertemuan tersebut mereka juga membahas soal mahasiswa Malaysia, mereka berharap alumni UIN di sana juga dapat mendukung pemerintah bukan sebaliknya.
Presiden DMDI juga didampingi oleh Tuan Yang Terutama Dipertua Negeri Melaka Tun Datuk Seri Utama Mohd Khalil bin Yaakob beserta sejumlah rombongan lainnya tiba di UIN pada pukul 16.00 wib, dan melakukan pertemuan selama satu jam bersama pimpinan UIN Ar-Raniry. []













