[Blangpidie | Yakub/Badrul] Sebagai lab (laboratorium) PAI (Pendidikan Agama Islam) oleh guru PAI di sekolah, perpustakaan bisa disendirikan ‘secara asing’ oleh Kepala Sekolah (Kasek) untuk khusus PAI. Juga mushalla bisa dikhususkan sebagai laboratorium PAI bagi siswa.
Ini di samping akan menambah lahan praktik bagi anak sekolah, juga menambah kredit bagi guru PAI sendiri. Demikian ajakan kasi PAI SD/SDLB Bidang PAI Kanwil Drs Sulaiman Lt MPd, saat memonitoring USBNPAISMP di SMP 1 Blangpidie (13/4).
Untuk itu, lanjut Pak Sulaiman Jepang (sapaannya), saat menjenguk mushalla SMP yang mulai ada lobang di plafon, katakan, boleh saja dana BOS disuit untuk rehab ringan, guna jadikan mushalla lab PAI, di samping memang buat lokasi ngaji dan shalat anak-anak.
Di damping Kepala Sekolah Nurhayani SPd, Waka Rusydi SPdI, dan guru PAI Dra Julaila, usai itu foto bersama dengan anak yang juara OSN pun dilakukan di depan SMP.
“Ajak juga Komite untuk partisipasi, jadi teknis pada Ibu Kasek sebenarnya,” sambung Pak Sulaiman, yang juga rajin kumpul, bikin-asah, dan koleksi batu, bersama Maimunsyah SPdI dari Bidang PD Pontren Kanwil yang pagi bersama tim monev USBNPAI dan UN MA di Abdya, sebelum menanti UN Paket C di Nagan Raya siang harinya.
Setelah itu, bersama bersama Kasi Penmad Kankemenag Abdya Drs Darmi Salihin, tim menuju SMP 3 Susoh, guna memantau USBNPAI juga.
Dari sana singgah ke KUA Susoh, yang terbanyak proses N (Nikah) di Abdya itu. Tim dijamu meriah oleh Kandidat Bupati Aceh Besar Khairul Huda SAg, sang Kepala yang juga disapa ‘Pak Keuchik’ itu. Memang Khairul ialah pernah Geuchik Blang Krueng, Darussalam, Aceh Besar. []















